Bolehkan Kita Menggadaikan Mobil Cicilan? Simak Penjelasan Perusahaan Pembiayaan Berikut

Baru-baru ini terjadi kasus seorang warga Purwokerto, Jawa Tengah berurusan dengan polisi karena menggadaikan mobil cicilan. Bolehkah itu dilakukan?

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan dipajang dalam Pameran Telkomsel Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. 

JAKARTA, WARTAKOTALIVE.COM - Masih terjadi pemahaman keliru dari masyarakat tentang hak dan kewajiban membayar kredit mobil.

Sebagian masyarakat menganggap bahwa memindahtangankan mobil yang belum lunas berarti tak perlu lagi membayar cicilan mobil.

Padahal menggadaikan mobil yang masih dalam cicilan bisa berkonsekuensi masalah hukum, bahkan masuk penjara.

Baca juga: Cicilan Terhenti, Sejumlah Nasabah Gugat Koperasi Simpan Pinjam Ini, Kuasa Hukum Sebut Tak Manusiawi

Sebagaimana terjadi pada seorang warga Purwokerto berinisial RT.

Ia terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga  melakukan penggelapan mobil Toyota All New Fortuner dengan cara menggadai tanpa sepengetahuan pihak leasing yaitu Astra Credit Companies (ACC) Cabang Purwokerto.

Akibat perbuatan itu, RT menghadapi tuntutan 1 tahun dan 6 bulan penjara dari Jaksa Penuntut Umum.

Kejadian ini bermula ketika RT mengajukan kredit mobil Toyota All New Fortuner ke sebuah perusahaan leasing di kota itu dengan tenor selama 30 bulan.

Baca juga: Utang Menumpuk, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Ramai-ramai Gadaikan SK Untuk Bayar Cicilan

Baru menginjak angsuran ke-12, ternyata RT mangkir membayar cicilan. Ketika petugas leasing ingin menarik mobil tersebut ternyata mobil tidak di tempatnya.

Setelah ditelusuri, ternyata mobil Toyota All New Fortuner tersebut sudah digadaikan ke pihak ketiga. 

Maka pihak leasing akhirnya melaporkan hal tersebut kepada polisi dan RT akhirnya ditangkap.

Pada sidang di Pengadilan Negeri Purwokerto, RT divonis hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara karena melanggar Pasal 36 Undang Undang Jaminan Fidusia sebagaimana yang tertuang pada Putusan Nomor 38/Pid.Sus/2022/PN.Pwt.

Baca juga: Kabar Gembira buat Emak-emak, Dirut PNM Siap Turunkan Bunga Cicilan Nasabah Mekaar

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Cabang Astra Credit Companies (ACC) Cabang Purwokerto Hendra Lesmana menekankan bahwa kewajiban membayar cicilan mobil tetap melekat kepada debitur meskipun terjadi pengalihan hak dan kewajiban terhadap unit yang bersangkutan.

Apalagi jika pengalihan hak dan kewajiban itu dilakukan tanpa sepengetahuan perusahaan leasing. 

Karena itu Hendra menyarankan agar customer menghubungi leasing jika ada masalah terkait pembayaran kredit. 

"Kami selalu menganjurkan agar customer datang langsung ke kantor cabang perusahaan leasing yang bersangkutan jika ada masalah dengan kreditnya. Jika itu menimpa customer ACC, segeralah hubungi kantor ACC terdekat. Kami akan membantu untuk mencarikan solusi terbaik," tuturnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved