Energi

Siap-siap, Beli Pertalite Harus Pakai Aplikasi MyPertamina, Tinggal Tunggu Tanda Tangan Jokowi

Aturan itu berupa revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM

Editor: Feryanto Hadi
Tribun Bogor
Kartu pembayaran elektronik MyPertamina (KompasOtomotif/Stanly) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA--Aturan baru mengenai pembelian pertalite segera berubah

Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Erika Retnowati menyatakan, aturan terkait pembelian BBM pertalite masih menunggu persetujuan Presiden Joko Widodo.

Aturan itu berupa revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Erika menyebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif sudah menyerahkan draf aturan tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Kemarin sudah disampaikan ke Pak Menteri ke Presiden untuk kemudian kami bahas dengan Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet," kata Erika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI yang disiarkan secara virtual, dikutip Kamis  (9/6/2022).

Baca juga: Plat Putih Bakal Diberlakukan untuk Kendaraan Baru dan Lama yang Telah Perpanjang Pajak Lima Tahunan

Baca juga: Jokowi Banggakan Harga BBM Lebih Murah dari Singapura dan Amerika, Said Didu Singgung Perbedaan UMR

Ia menyampaikan, dalam Perpres 191/2014 baru ada aturan soal pengguna untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar. 

Sedangkan penggunaan Pertalite yang kini jadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) belum ada.

Sehingga Perpres itu perlu direvisi karena sebagai BBM Penugasan yang disubsidi negara, konsumsi Pertalite harus diatur agar dinikmati oleh rakyat yang berhak.

Setelah direvisi, BPH Migas akan mengeluarkan aturan teknis pembelian Pertamina.

Salah satu poin dalam draf revisi Perpes itu adalah pemanfaatan teknologi digital untuk pembelian Pertalite, yaitu lewat aplikasi MyPertamina.

Naiknya harga Pertamax membuat masyarakat beralih ke Pertalite.

Baca juga: Tak Akan Ubah NKRI Jadi Negara Islam, Khilafatul Muslimin: Malas lah Kami, Negara Kita Banyak Utang

Baik dari kalangan menengah ke bawah maupun menengah ke atas.

Berdasarkan data BPH Migas, penyaluran Pertalite hingga 31 Mei 2022 mencapai 11,69 juta kilo liter (KL) atau tembus 50,74 persen dari target 23,04 juta KL tahun 2022 ini.

"Pertalite telah tersalurkan sebanyak 11,69 juta KL atau 50,74 persen dari kuota 23,04 juta KL," ujar Erika.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved