Pemilu 2024

75 Hari Kampanye Pemilu 2024 , Teknologi Informasi Jadi Andalan, Rapat Akbar Dianggap Tak Efektif

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan, para peserta pemilu dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk kampanye.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Komisi II DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati masa kampanye Pemilu 2024 digelar selama 75 hari. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi II DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati masa kampanye Pemilu 2024 digelar selama 75 hari.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan, para peserta pemilu dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk kampanye.

Hal itu diutarakan Doli, menyikapi potensi kurangnya pemahaman masyarakat serta sosialiasi para peserta pemilu, termasuk pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, karena durasi kampanye yang terbilang singkat.

Baca juga: Puji Disertasi Hasto Kristiyanto, Tito Karnavian: Bukan Doktor Kaleng-kaleng

"Bukan hanya Komisi II, termasuk pemerintah, kemudian KPU dan Bawaslu memandang seharusnya makin ke sini kemajuan teknologi informasi berkembang."

"Tingkat pendidikan politik makin baik, seharusnya ada perubahan dalam cara atau metodologi berkampanye," kata Doli saat ditemui awak media, usai rapat kerja dengan KPU di Gedung DPR, Senin (6/6/2022).

Oleh karena itu, kata Doli, kampanye dengan menerapkan metode tersebut diyakini tidak perlu memakan waktu yang banyak.

Baca juga: Budi Gunawan Ungkap Keris dan Bunga Jadi Persiapan Hasto Kristiyanto Hadapi Sidang Doktoral

Pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat dapat terhubung satu sama lain secara virtual, juga menjadi pembelajaran yang berarti.

Sebab, kata Doli, pola komunikasi saat ini telah berubah, dari yang sebelumnya harus bertemu fisik, kini bisa melalui sambungan virtual.

"Jadi yang namanya rapat melibatkan kumpulan massa ribuan, dan kami sebagai insan politik merasa itu enggak efektif lagi," tuturnya.

Baca juga: Jadi Penguji Sidang Doktoral Hasto Kristiyanto, Megawati: Mau Sebut Bung Karno Aja Takut, Aneh

Pertemuan dengan memanfaatkan teknologi informasi, lanjutnya, juga bisa memangkas biaya kampanye.

"Kalau misalkan metodologi atau cara kita minimalisir, tadi dari hitungan matematis berarti kan seminggu udah berkurang."

"Jadi kalau misalnya lima kali rapat umum sudah lima minggu hilang. Nah, itu nanti yang bisa membuat masa kampanye itu singkat," beber Doli.

Sebelumnya, DPR RI dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyepakati durasi masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 selama 75 hari. (Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved