Rabu, 27 Mei 2026

Demam Berdarah Dengue

Tekan Kasus DBD, Camat Cempaka Putih Tambah Kader Jumantik

Andri Ferdian mengungkapkan, saat ini sebanyak 376 warga dari berbagai RT dari wilayah Cempaka Putih, berpartisipasi sebagai Jumantik

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Budi Sam Law Malau
Rangga Baskoro
Camat Cempaka Putih, Andri Ferdian, saat ditemui Warta Kota, di Jalan Cempaka Putih Tengah I, Jakarta Pusat, Senin (13/2). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Sebagi upaya meminimalisir kasus demam berdarah dengue (DBD), Kecamatan Cempaka Putih menambah jumlah personel juru pemantau jentik (Jumantik).

Camat Cempaka Putih Andri Ferdian mengungkapkan, saat ini sebanyak 376 warga dari berbagai rukun tetangga (RT) dari wilayah Cempaka Putih, turut berpartisipasi sebagai Jumantik.

"Untuk memaksimalkan permasalahan DBD, Kami sudah menambah jumlah Jumantik agar lokasi yang rawan dengan DBD bisa lebih banyak terjangkau," ujar Andri saat dihubungi wartawan, Senin (6/6/2022).

Andri juga menambahkan bahwa jajarannya melakukan pemantauan di wilayah rawan DBD dari yang sebelumnya dilakukan setia hari Jumat, saat ini menjadi Selasa dan Jumat.

"Waktu menjadi dua hari, untuk minimalisir yang terkena DBD," tutur Andri.

Andri menjelaskan bahwa jumlah kasus DBD di Cempaka Putih sudah mencapai 64 kasus.

Baca juga: Minimalisir Kasus Demam Berdarah, Kelurahan Semper Timur Gencarkan Kegiatan 3M Plus

Dengan ini pihaknya sedang fokus memperhatikan perkembangan penanganan kasus DBD di Kelurahan Cempaka Putih Barat.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari mengatakan kecamatan di Jakarta Pusat yang paling banyak terdapat kasus DBD tercatat di Kecamatan Cempaka Putih dan Kemayoran.

Baca juga: DPRD Minta Anies Perhatikan Kasus Demam Berdarah di Jakarta, karena Mulai ‘Menggila’

Baca juga: Ayahnya Terserang Demam Berdarah hingga Dilarikan ke Rumah Sakit, Baim Wong Minta Didoakan

Baca juga: Tekan Kasus Demam Berdarah, Pemkot Jakarta Selatan Andalkan Para Ibu Jumantik Sambangi Rumah Warga

Menurut Erizon angka kasus DBD mengalami kenaikan dikarenakan faktor penghujan yang menyebabkan adanya genangan air dan memicu pertumbuhan jentik nyamuk DBD.

Erizon mengatakan bahwa tidak semua adanya temuan DBD di wilayah, ditindaklanjuti dengan fogging.

"Kalau memang sangat diperlukan bisa juga dilakukan penyemprotan atu fogging, tapi yang paling tepat adalah mencegah pertumbuhan jentik," terangnya

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved