Ujaran Kebencian

Kecewa Eksepsi Ditolak Hakim, Edy Mulyadi: Poinnya Bukan Jin Buang Anak, tapi Proyek IKN Ugal-ugalan

Edy mengatakan, dalam sidang lanjutan, dirinya siap membuktikan tak bersalah dalam kasus tersebut.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Abdi Ryanda Shakti
Terdakwa ujaran kebencian Edy Mulyadi kecewa majelis hakim menolak eksepsinya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Terdakwa ujaran kebencian Edy Mulyadi kecewa majelis hakim menolak eksepsinya.

Edy mengatakan, dalam sidang lanjutan, dirinya siap membuktikan tak bersalah dalam kasus tersebut.

"Saya akan coba sebisa mungkin, dibantu pengacara saya, buktikan saya tidak bersalah."

Baca juga: Ditanya Soal Isu Reshuffle Kabinet, Jokowi: Balapan Baru Selesai

"Saya ingin sampaikan bahwa poinnya bukan jin buang anak, tapi gimana proyek IKN ini, proyek IKN ugal-ugalan yang merugikan rakyat Kalimantan khususnya, Bangsa Indonesia."

"Karena enggak punya duit, cari sumbangan," kata Edy usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (6/6/2022).

Namun Edy menuturkan, dirinya menghargai keputusan hakim dan bakal membuktikan pada sidang lanjutan.

Baca juga: Berdukacita Atas Wafatnya Anak Ridwan Kamil, Jokowi: Kematian Adalah Misteri

"Kita kecewa iya, tapi enggak apa-apa, itu kita hargai, dan justru saya dan teman-teman lawyer ada sisi hikmah positifnya, karena dengan sidang lanjut kita akan pembuktian," paparnya.

Saat persidangan, majelis hakim yang diketuai Adeng AK menolak eksepsi terdakwa Edy Mulyadi.

"Mengadili, menolak keberatan dari penasihat hukum terdakwa Edy Mulyadi tersebut."

Baca juga: Bantah Kurang Support Formula E, Jokowi: Semua yang Baik untuk Negara Ini Kita Dukung

"Menyatakan surat dakwaan penuntut umum atas nama Edy Mulyadi adalah sah," kata Adeng AK saat membacakan putusan sela.

Hakim juga meminta jaksa penuntut umum (JPU) melanjutkan perkara tersebut, dengan menghadirkan saksi-saksi dan barang bukti.

"Memerintahkan penuntut umum melanjutkan sebagaimana perkara atas nama terdakwa Edy Mulyadi, dengan menghadapkan saksi-saksi dan barang bukti dalam perkara ini," perintah Adeng AK.

Didakwa Sebar Berita Bohong untuk Bikin Onar, Berlindung pada Profesi Wartawan

Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Edy Mulyadi membuat keonaran dari pernyataan 'tempat jin buang anak', soal Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved