Uang Palsu

Karawang Jadi Lokasi Peredaran Uang Palsu, AKBP Aldi Subartono Janji Bersikap Tegas

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono tak mau main-main dengan peredaran uang palsu. Dia janji tegas karena merugikan negara.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/ Muhammad Azzam
Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, bersikap tegas terhadap pelaku pembuat uang palsu di wilayahnya. Dia ingin Karawang terbebas dari peredaran upal. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Polres Karawang menangkap pelaku pembuat dan pengedar uang palsu.

Dari lokasi penangkapan, pihaknya menemuan uang palsu siap edar maupu belum siap edar dengan total Rp Rp 124.250.000.

Baca juga: Generasi Muda Segera ke Museum Macan, Lokasi Tepat untuk Menjadi Pintar dan Berbudaya

Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono menjelaskan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat terkait adanya satu orang yang diduga membuat, menyimpan, mengedarkan dan membelanjakan uang palsu di Kecamatan Kotabaru.

"Awal penangkapan dari informasi dan laporan masyarakat atas adanya orang yang mengedaran uang palsu," kata Aldi, pada Minggu (5/6/2022).

Aldi melanjutkan, dari informasi masyarakat itu tim Opsnal Tipiter melakukan pengembangan penyelidikan.

Hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Desa Pangulah Utara Kecamatan Kotabaru.

Baca juga: Tunggu Keseriusan Cinta dari Nassar, Desy Ratnasari: Saya Tak Pernah Menutup Pintu Jodoh

"Kamis 2 Juni 2022 kami berhasil amankan satu orang pelaku," kata Aldi.

Dikatakan Aldi, pelaku beraksi seorang diri. Ia sendiri yang membuat uang palsu, menyimpan, dan diduga mengedarkan uang itu.

Dia menegaskan, pihaknya tak main-main terhadap siapapun pelaku pembuat dan pengedar uang palsu.

"Kita engga main-main, masyarakat kami minta juga laporkan jika menemukan pengedar uang palsu," imbuh dia.

Baca juga: Kombes Zain Dwi Nugroho tak Segan Menindak Tegas Pelajar Nakal yang Suka Tawuran

Sementara itu barang bukti yang diamankan ialah uang palsu pecahan Rp100.000 siap edar sebanyak 19 lembar atau tptal Rp 1.900.000.

Uang palsu pecahan Rp 100.000 belum siap edar sebanyak 1.080 lembar atau total 108.000.000 dan uang palsu pecahan Rp 50.000 belum siap edar sebanyak 287 lembar atau senilai Rp 14.350.000.

Kemudian satu unit printer dan scanner merk Cannon tipe MP287, dan sejumlah peralatan lainnya.

Ilustrasi uang palsu.
Ilustrasi uang palsu. (Wartakotalive.com/Hironimus Rama (Roni))

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 36 ayat (1), (2) dan (3) Jo Pasal 26 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 07 tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Pelaku terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar," tandas Aldi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved