Asyiknya Memancing Belut Malam Hari di Tepi Bendungan Situ Gintung

Dua jam memancing, satu teman pun strike atau umpannya berhasil dicaplok belut. Satu belut berukuran sedang berhasil didapatkan

Warta Kota/ Rafzanjani Simanjorang
Memancing belut di tepian bendungan Situ Gintung di malam hari bermodalkan perasaan dan cahaya senter 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Alfian dan empat temannya asyik memancing belut di tepi Bendungan Situ Gintung.

Dengan lihai, jari jemari kelimanya memutar-mutar senar pancing agar belut memakan umpan cacing yang terpasang di mata kail.

Satu per satu celah bebatuan yang berisi air situ dijelajahi oleh mereka.

Kelimanya mulai memancing belut sejak pukul 17:00 WIB.

Baca juga: Bendungan Situ Gintung di Tangsel Dibangun di Zaman Belanda, Akan Disulap Jadi Lokasi Wisata

Baca juga: Pernah Berubah Air Bah Hingga Tewaskan 99 Orang, Waduk Situ Gintung Bermetamorfosis Asri dan Sejuk

Saat siang berganti malam, cahaya dari hanphone pun jadi andalan.

"Kadang mancing belut memang begini. Kalau harinya, bisa langsung dapat, tapi kalau lagi sepi, ya mesti sabar. Biasanya pasti ada dapat kok, satu atau dua ekor," ujar Alfi saat ditemui Wartakotalive.com di bendungan, Minggu (5/6/2022).

Memancing belut di danau memang tak semudah di rawa, apalagi spotnya ada di bebatuan.

Tak jarang, senar tersangkut di antara bebatuan.

"Kalau di rawa kan paling kena akar, kalau di sini pasti sangkut di batu. Cuman kalau di rawa  banyak ularnya," tambahnya.

Baca juga: VIDEO : Manfaatkan Botol Plastik di Area Wisata Situ Gintung

Dua jam memancing, satu teman pun strike atau umpannya berhasil dicaplok belut.

Satu belut berukuran sedang berhasil didapatkan.

Belut yang rasanya gurih itu dimasukkan ke dalam sebuah kantong plastik dan diisi air agar tetap segar dan tak mati.

Baca juga: VIDEO Warga Ciputat Geger, Temukan Mayat Wanita Mengambang di Situ Gintung Saat Olahraga

Hanya selang tujuh menitan, teman Alfi turut strike, dengan ukuran belut yang nyaris sama.

Namun, saat semangat kelimanya tengah menggebu, hujan perlahan turun.

Hal itu membuat kelimanya terpaksa berteduhdan menantii hujan reda. (Raf)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved