Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas Salurkan Donasi Publik untuk Pemulihan Bencana Badai Seroja di NTT

Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas salurkan donasi publik sebesar Rp 1,5 miliar untuk program pembangunan bagi warga korban bencana Seroja di NTT.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan (YDKK) Kompas Tommy Trinugroho (kedua kanan) menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini sebagai bentuk apresiasi Kemensos kepada YDKK yang telah menyalurkan donasi publik untuk program pembangunan hunian dan Student Learning Center bagi korban bencana Sikon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur. 

WARTAKOTALIVE.COM, SALEMBA - Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (YDKK) menyalurkan donasi publik Dompet Kemanusiaan Kompas sebesar Rp 1,5 miliar untuk membantu masyarakat terdampak bencana badai Seroja di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2021 lalu.

Donasi tersebut akan dipakai untuk pembangunan 8 rumah yang rusak akibat bencana badai Seroja serta pembangunan Student Learning Center.

Adapun pembangunan hunian dan Study Learning Center merupakan bagian dari program bantuan bencana yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dengan menggaet sejumlah filantropi dan perusahaan dalam pengumpulan donasi maupun pelaksanaan teknis pembangunan.

Penyaluran donasi yang dilakukan YDKK ditandai dengan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK) Kontrak antara YDKK dan CV. Surabaya Satu, di Gedung Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (23/6/2022).

Penandatangan SPK Kontrak tersebut terkait kerja sama pembangunan hunian, pusat kegiatan warga, dan sarana prasarana bagi korban bencana Sikon Tropis Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kami dari Dana Kemanusiaan Kompas mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial karena diberi kesempatan untuk menyalurkan donasi yang diberikan oleh audiens Kompas. Jadi, ketika terjadi bencana Seroja, harian Kompas membuka Dompet Kemanusiaan yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin memberikan donasi bagi korban yang terdampak bencana Seroja di NTT,” ungkap Ketua Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Tommy Trinugroho kepada Wartakotalive.com, Jumat (23/6/2022).

Ia menambahkan, YDKK sebagai lembaga filantropi mencoba menyalurkan bantuan tersebut secara tepat sasaran dimana Kementerian Sosial memiliki program perbaikan hunian dan sebuah community center.

YDKK diajak oleh Kemensos sejak akhir tahun lalu untuk menyalurkan donasi bagi korban bencana Seroja supaya tepat sasaran.

“Prosesnya pun cukup panjang karena butuh assessment, lalu melihat langsung kondisi di lapangan dan banyak hal yang harus dilihat, dan sampai akhirnya ini merupakan penandatangan bahwa DKK secara hukum atau teknis mempersilahkan kontraktor untuk mengerjakan proyek tersebut,” jelas Tommy.

Tommy kembali menjelaskan, bahwa donasi yang YDKK salurkan berasal dari dana publik yang menyumbang pada saat Dompet Kemanusiaan Seroja dibuka selama dua minggu di harian Kompas sejak April 2021.

"Selama dua minggu terkumpul donasi, tapi saya lupa persisnya berapa. Kemudian, sebagian dana dari donasi tersebut sudah diberikan untuk tanggap darurat. Jadi kami kirim bantuan pangan dan alat-alat pribadi ke korban bencana, sementara sebagian dananya lagi sebesar Rp 1,5 miliar kita gunakan untuk pembangunan rehabilitasi hunian korban bencana dan Study Learning Center,” ucapnya.

Tentunya, lanjut Tommy, YDKK berterima kasih kepada Kemensos untuk ikut dalam menggalang lembaga-lembaga filantropi untuk ikut membantu penanganan bencana.

“Dan tugas kami (YDKK) terbantu karena tugas kami menyalurkan donasi secara tepat sasaran,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, bahwa Kemensos juga membangun 20 unit rumah di lokasi yang berada dekat dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved