Larangan Ideologi Anti Pancasila Cuma untuk Ekstrem Kiri, Polisi Tak Bisa Tindak Pendukung Khilafah

Hal itu dikatakan Ahmad, menanggapi aksi konvoi motor yang membawa atribut mendukung kebangkitan khilafah.

Editor: Yaspen Martinus
Twitter
Aksi konvoi puluhan motor sambil membawa poster Khilafah Islamiyah viral di media sosial. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Ahmad Nur Wahid mengatakan, Densus 88 Antiteror Polri tidak punya perangkat hukum untuk menindak pendukung kebangkitan khilafah.

Hal itu dikatakan Ahmad, menanggapi aksi konvoi motor yang membawa atribut mendukung kebangkitan khilafah.

Menurutnya, belum ada regulasi yang mengatur pelarangan penyebaran ideologi khilafah.

Baca juga: Ketua KPK: Korupsi Sangat Bertentangan dengan Setiap Butir Pancasila

"Terkait konvoi atribut khilafah di Cawang, sebenarnya bukan karena kecolongan pihak kepolisian, aktivitas kelompok ini selalu dimonitor di berbagai daerah."

"Hanya saja, Polri memang tidak bisa bertindak, karena belum ada regulasi yang melarang penyebaran ideologi mereka," kata Ahmad kepada wartawan, Kamis (2/6/2022).

Ia menuturkan, aturan pelarangan penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila baru hanya berlaku pada ekstrem kiri. Yakni, larangan propaganda ideologi komunisme, Marksisme, dan Leninisme.

Baca juga: Muhaimin Iskandar: Kalau Capres yang Diusung Koalisi Indonesia Bersatu Bukan Saya, Ya Enggak Gabung

Hal itu diatur dalam TAP MPRS XV Tahun 1996 dan UU Nomor 27 tahun 1999 tentang larangan propaganda ideologi komunisme, Marksisme, dan Leninisme.

"BNPT memandang perlunya perangkat regulasi yang melarang penyebaran semua ideologi yang bertentangan dengan ideologi Bangsa Pancasila, baik ekstrem kanan dan kiri serta ekstrem lainnya," tutur Ahmad.

Ia menuturkan, landasan regulasi ini penting untuk menindak kelompok yang melakukan penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Bangsa Indonesia.

Baca juga: Megawati: Dulu Setiap Senin Ada Upacara Bendera, Sekarang Dibiarin Saja, Kalau Dirobek Musuh Piye?

"Regulasi ini penting, di samping sebagai landasan dalam melakukan penindakan terhadap individu dan kelompok yang melakukan penyebaran ideologi."

"Juga menjadi sangat penting sebagai dimensi pencegahan terhadap ideologi yang bisa mendorong lahirnya aksi teror," paparnya.

Sebelumnya, aksi konvoi puluhan motor sambil membawa poster Khilafah Islamiyah, Minggu (29/5/2022), viral di media sosial .

Baca juga: Prabowo Temui Surya Paloh di Nasdem Tower, Mengaku Tak Ada Agenda Khusus

Dalam konvoi motor itu, tampak pemotor membawa atribut berupa poster hingga bendera bertuliskan 'Khilafatul Muslimin' Wilayah Jakarta Raya Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah.

Dalam narasi video yang beredar, diduga konvoi itu dilakukan di Cawang, Jakarta Timur, pada Minggu (29/5) sekitar jam 09.14 WIB.

Para pemotor yang berkonvoi mayoritas mengenakan seragam warna dominan hijau.

Baca juga: Mahasiswa di Malang yang Diciduk Densus 88 Galang Dana untuk ISIS Lewat Grup Medsos Sejak 2019

"Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah," isi tulisan di salah satu poster yang dibawa pemotor.

"Jadilah Pelopor Penegak Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah," tulis poster lainnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved