Sebanyak 546 Lahan RansVerse Ludes Terjual dalam Waktu 35 Menit, Begini Tanggapan Raffi Ahmad

Pemilik Land RansVerse, Raffi Ahmad apresiasi para holders $VCG token dan anggota komunitas dalam penjualan RansVerse.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: PanjiBaskhara
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Pemilik Land RansVerse, Raffi Ahmad mengapresiasi para holders $VCG token dan anggota komunitas dalam penjualan perdana atau Initial Land Offering (ILO) Tahap I Metaverse sebanyak 546 lahan di RansVerse, yang habis terjual hanya dalam waktu 35 menit. 

WARTAKOTALIVE.COM - Penjualan Perdana atau Initial Land Offering (ILO) Tahap I Metaverse, sebanyak 546 lahan di RansVerse habis terjual hanya dalam waktu 35 menit.

Ratusan lahan di RansVerse terjual habis ini ternyata telah menjadi catatan rekor terbaik.

Co-Founder and Chairman VCGamers, Wafa Taftazani angkat bicara mengenai hal tersebut.

Dirinya mengatakan ILO RansVerse Tahap I itu dibuka pada Senin (30/5/2022), sekitaran pukul 22.05 WIB.

Diketahui habis terjual pada pukul 22.40 WIB, dimana waktu mundur yang ditargetkan sebelumnya yaitu 14 hari.

"Momen ini adalah momen bersejarah teman-teman, metaverse dari Indonesia yang pertama yang melakukan pelepasan kepemilikan tanah ke publik."

"Semoga 3 tahun, 5 tahun ke belakang kita melihat ini, ini menjadi momen bersejarah," kata Wafa Taftazani dalam keterangannya, Kamis (2/6/2022).

Pada kesempatan itu, Raffi Ahmad apresiasi para holders $VCG token dan anggota komunitas dalam mendukung proyek ini terutama para pemilik Land RansVerse.

"Saya Raffi Ahmad mengucapkan terima kasih kepada holder $VCG token dan anggota komunitas yang mendukung proyek RansVerse,"

"Rim sedang bekerja keras dalam progresnya dan untuk linimasa sekarang sudah di tahap Initial Land Offering (ILO)," kata Raffi Ahmad.

Managing Director Shinta VR, Andes Rizky, mengatakan, pihaknya membangun RansVerse dengan mengerahkan kemampuan, pengalaman, serta hasil riset bertahun-tahun.

RansVerse sebagai perusahaan teknologi imersif yang sudah diakui secara global dan berhasil dipilih langsung oleh World Economic Forum sebagai Technology Pioneer 2022 beberapa waktu lalu.

"RansVerse akan menjadi metaverse yang benar-benar demokratis, dalam artian dapat digunakan di multi-device (komputer, ponsel, device VR)"

"Dan dapat melakukan banyak aktivitas yang juga memungkinkan untuk dikoneksikan dengan real world benefits," ujarnya.

Chief Technology Officer Shinta VR, Andrew Steven Puika yang juga hadir du sesi AMA menambahkan, membangun metaverse bukanlah sesuatu hal yang kecil.

Namun sebuah dunia berbeda yang prosesnya sangat kompleks. 

"Maka dari itu, dalam mengembangkan RansVerse, kami memiliki prinsip untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru."

"Saat ini Shinta VR terus berproses, salah satunya dengan bekerja keras membentuk prototype secara detil," ucap dia.

(Wartakotalive.com/JOS)

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved