Menteri BUMN Erick Thohir Ungkap Catatan Penting untuk Surya Paloh Soal Pancasila di Silatnas NasDem

Menteri BUMN Erick Thohir beberkan catatan penting untuk Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di acara Silatnas Nasdem.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Wartakotalive.com/bumn.go.id/YouTube NasDem Tv via Kompas.com
Menteri BUMN Erick Thohir beberkan catatan penting untuk Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di acara Silatnas Nasdem, Kamis (2/6/2022). Foto Kolase: Menteri BUMN Erick Thohir dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh berpendapat apabila ideologi Pancasila tak bisa ditawar lagi.

Pendapat itu ditanggapi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat hadiri silaturahmi nasional (Silatnas) bidang sayap dan badan DPP Partai NasDem, di Ballroom DPP Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (2/6/2022).

Di acara yang bertajuk 'Kita Pancasila: Pancasila Menjawab Tantangan Zaman', Erick Thohir mengakui, ada catatan penting untuk Surya Paloh.

"Tentu perbedaan itu akan terus terjadi di dalam diri kita, pertanyaannya bisa tidak kita tetap solid jaga pancasila?" tanyanya Erick Thohir kepada sejumlah organisasi sayap partai politik, organisasi kepemudaan hingga organisasi kemahasiswaan yang hadir dalam Silatnas NasDem.

Dalam sudut pandang ekonomi, Erick  Thohir menyebut sila kelima berbunyi keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan salah satu fundamental bagi Indonesia.

Terlebih lagi, di tengah tantangan pandemi Covid-19 dan era disrupsi dengan hadirnya gelombang digitalisasi yang mengubah model bisnis, jenis pekerjaan, hingga aktivitas masyarakat.

"Kita lihat lagi, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin karena pandemi Covid-19 atau dengan perubahan yang terjadi pada rantai pasok," ucap Erick.

Erick Thohir menyebut Pancasila menjadi dasar utama bagi BUMN dalam menjaga keseimbangan ekonomi bangsa.

Erick Thohir menambahkan kembali, Indonesia bukan Amerika Serikat (AS) yang tidak mempunyai BUMN lantaran menganut kapitalisme dan pasar yang terbuka.

Namun, model BUMN Indonesia juga bukan seperti di Cina atau negara-negara Timur Tengah.

"Saat ditanya ADB, World Bank, saya jawab Indonesia jelas fondasi negaranya demokrasi, jadi model kita terapkan mirip negara-negara skandinavia seperti Swedia, Norwegia, Finlandia,"

"yang mana BUMN tetap ada sebagai korporasi yang sehat, bukan korporasi yang sakit," ungkapnya Erick Thohir.

Dalam model ini, ucap Erick Thohir, merupakan penyeimbang saat negara membutuhkan, dengan intervensi saat pasar tengah bergejolak.

Hal ini, lanjut dia, dilakukan BUMN saat intervensi harga masker hingga minyak goreng.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved