Jembatan Otto Iskandardinata

Pemkot Bogor Mengusulkan Bantuan Keuangan kepada Pemprov Jawa Barat untuk Membangun Jembatan Otista

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengusulkan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Cahya Nugraha
Kondisi Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) pada Rabu (1/6/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengusulkan bantuan keuangan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Nantinya pengusulan Bantuan Keuangan (Bankeu) akan dialokasikan untuk pembangunan Jembatan Otto Iskandardinata (Otista) yang diprediksikan menelan anggaran yang banyak.

Itu merupakan usulan prioritas yang diharapkan masuk dalam susunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Baca juga: Selama 30 Tahun Tinggal di Kolong Jembatan Taman Diponegoro, Berharap Bisa Bertemu Anaknya

Baca juga: DPRD Kota Bogor Warning Pemkot Bogor untuk Segera Terbitkan 103 Perwali dari Beberapa Perda

Baca juga: Pemkot Depok Kewalahan Hadapi Lonjakan Covid-19, Minta Bantuan Pemprov Jawa Barat

"Kami sedang mengusulkan ke Pemprov untuk kegiatan di tahun 2023, karena kemampuan dari APBD Kota Bogor, tidak mungkin. Kami sudah berjuang melalui pemerintah pusat, tapi belum ada hasilnya," kata Kepala DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi.

"Iya, mudah-mudahan masuk RKPD Provinsi.  Karena itu menjadi usulan prioritas pertama dari 30 kegiatan yang diusulkan ke Pemprov. Pak wali juga sudah menindaklanjuti secara langsung kepada pak gubernur untuk jembatan Otista itu," jelas Chusnul.

Chusnul menuturkan, adapun bankeu yang diusulkan tersebut, sebesar Rp 52 miliar.

BERITA VIDEO: PMI DKI Buka Unit Baru di Pecenongan Jakpus

"Kalaupun disetujui akhir tahun ini (2022) masuk proses lelang, dan tahun depan sudah jalan pembangunan," tutur Chusnul.

Chusnul dan pihaknya pula telah menyiapkan dua desain pembangunan.

Pertama adalah pelebaran jembatan, sedangkan yang kedua rekonstruksi jembatan.

"Kegiatan ini nantinya punya dua desain, pelebaran dan rekonstruksi. Tergantung kondisi, jika bongkar total (rekonstruksi) harus ditutup total (jalan). Kita pertimbangkan dampaknya seperti apa. Jika lebih banyak dampaknya maka dipilih pelebaran jembatan," papar Chusnul.

Konsep-konsep tersebut diakui Chusnul, sudah didukung dengan persiapan lainnya yang dilakukan semenjak dua tahun lalu.

Mulai dari pembebasan lahan, dan tanah-tanah negara yang akan digunakan untuk pembangunan Jembatan Otista.

Sumber: Tribun Bogor
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved