Otomotif

Ekspor Suzuki XL7 Meningkat 30 Persen dalam Empat Bulan Pertama Tahun 2022

Suzuki XL7 catatkan peningkatan ekspor CBU (Completely Built Up) sebesar 30 persen empat bulan pertama tahun 2022.

dok. PT Suzuki Indomobil Motor
Suzuki XL7 catatkan peningkatan ekspor CBU (Completely Built Up) sebesar 30 persen empat bulan pertama tahun 2022, atau periode Januari hingga April. 

WARTAKOTALIVE.COM - Mobil LSUV unggulan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) yakni Suzuki XL7 catatkan peningkatan ekspor CBU (Completely Built Up) sebesar 30 persen empat bulan pertama tahun 2022, atau periode Januari hingga April.

Catatan tersebut membawa Suzuki XL7 berada pada peringkat pertama sebagai kontributor ekspor CBU diikuti oleh All New Ertiga dan New Carry Pick Up.

Production Planning Control Assistant to Dept. Head PT SIM, Wijananto Jati Pradono mengatakan, bahwa peningkatan penjualan ekspor yang positif ini menunjukkan bahwa XL7 terus menjadi mobil impian bagi pelanggan setia Suzuki sejak pertama diluncurkan.

“Vietnam, Filipina, Meksiko, Thailand, dan Taiwan menjadi 5 negara dengan permintaan tertinggi terhadap XL7,” ujar Wijananto dalam keterangan resmi, Rabu (1/5/2022).

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2022, Suzuki melakukan ekspor ke 51 negara yang tersebar di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Oseania, hingga Afrika, baik melalui pelabuhan Patimban maupun Tanjung Priok.

Berdasarkan data ekspor CBU yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Indonesia telah mengekspor 131.941 unit mobil produksi lokal selama periode Januari hingga April 2022 lalu.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 28,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Suzuki sendiri juga mencatatkan peningkatan angka ekspor baik CBU maupun CKD. Dalam kategori CBU, Suzuki mencatatkan peningkatan ekspor 17 persen. Dari angka tersebut, XL7 mendominasi sebesar 30 persen dan berkontribusi hingga 16,4 persen dari total ekspor mobil Suzuki.

Posisi kedua adalah APV dengan peningkatan 26 %, diikuti oleh All New Ertiga dan New Carry Pick Up yang masing-masing mencatatkan angka peningkatan 14 % jika dibandingkan periode Januari-April 2021.

Sedangkan untuk CKD atau Completely Knocked Down, Suzuki berhasil mencatatkan peningkatan ekspor hingga 22 persen dengan kontribusi Karimun Wagon R sebesar 23,6 persen.

Sehingga total ekpsor Suzuki periode Januari-April 2022, baik CBU atau CKD, berhasil meningkat hingga 20 persen.

“Kami harap dengan meningkatnya kinerja ekspor Suzuki Indonesia yang mayoritas produknya merupakan buatan Indonesia dapat memberikan kontribusi positif dan berdampak baik terhadap perekonomian dan industri otomotif di Indonesia,” pungkas Wijananto.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved