Hari Lahir Pancasila

Buat Generasi Muda, Tahu Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila? Ini Bedanya

Buat generasi muda ayo saatnya belajar sejarah, jangan cuma menikmati hari libur saat tanggal merah, tapi tak tahu artinya.

Editor: Valentino Verry
Tribunnews.com
Lambang Hari Lahir Pancasila 2022, menjadi sangat sakral bagi sejarah bangsa. Namun, kurang bermakna jika generasi muda sekarang ini malas memahami sejarah yang ada, dan condong pada budaya Barat atau Korea yang kekinian. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Generasi muda Indonesia saat ini mulai melupakan sejarah. Mereka lebih condong pada budaya barat yang meracuni.

Padahal, Indonesia memiliki segudang sejarah yang sangat bermakna jika ditelaah mendalam.

Akan lebih bermanfaat jika sejarah itu diteladani dalam perilaku.

Baca juga: Jefri Nichol Kembali Tantang Warganet Tarung Diatas Ring Tinju, Kesal hingga Kecewa Filmnya Dibajak

Seperti halnya dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni tiap tahunnya.

Selain Hari Lahir Pancasila, ada pula Hari Kesaktian Pancasila, yang jatuh tepat 1 Oktober.

Nah, generasi muda tahu tidak perbedaan antara keduanya?

Kalian jangan cuma bisa menikmati hari liburnya, sebab pada 1 Juni dan 1 Oktober pasti tanggal merah.

Hari Lahir Pancasila ini, dikutip dari bpip.go.id merujuk pada pidato yang dilakukan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).

Baca juga: Grup Vokal T2 Dikabarkan Bernyanyi Lagi di Panggung Musik Indonesia, Apa Kata Tika Ramlan?

Pidatonya pertama kali mengemukakan konsep awal Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia.

Adapun sejarahnya berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik, mereka kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan hal tersebut.

Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Sidang berjalan sekitar hampir lima hari, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai Pancasila.

Baca juga: Ridwan Kamil Konsultasi dengan Ulama Tentukan Status Eril, Ikhlas Apa pun yang Terjadi

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, maka Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai panitia Sembilan.

Berisi Ir Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved