Breaking News:

Buronan KPK

Boyamin Bandingkan Perburuan Harun Masiku dan Nazaruddin, KPK: Tantangan dan Kompleksitasnya Beda

KPK pun memastikan tetap serius dalam upaya memburu para buronan, termasuk Harun Masiku.

Editor: Yaspen Martinus
KPU
Plt Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, tingkat kesulitan mencari buronan berbeda-beda. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Plt Juru Bicara Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, tingkat kesulitan mencari buronan berbeda-beda.

"Setiap pencariannya tentu memiliki tantangan dan kompleksitas yang berbeda-beda," kata Ali lewat keterangan tertulis, Rabu (1/6/2022).

KPK pun memastikan tetap serius dalam upaya memburu para buronan, termasuk Harun Masiku.

Baca juga: Polisi Bilang Masyarakat yang Pakai Pelat Nomor Putih Padahal Aturan Belum Berlaku Langgar Aturan

Dalam catatan lembaga antirasuah, ungkap Ali, kini tersisa empat DPO (daftar pencarian orang) yang masih dalam upaya pencarian, yakni Harun Masiku (2020), Surya Darmadi (2019), Izil Azhar (2018), dan Kirana Kotama (2017).

"Kami pastikan KPK tetap melakukan pencarian para DPO tersebut, baik yang telah ditetapkan sejak tahun 2017 maupun yang terbaru 2020."

"Selain itu, KPK juga sebelumnya telah beberapa kali berhasil menangkap para DPO," tutur Ali.

Baca juga: Epidemiolog Prediksi Paling Cepat Akhir Tahun Ini Status Pandemi Covid-19 Bisa Dicabut

Ali mengatakan, setiap informasi terkait keberadaan Harun dan tiga buronan lainnya dipastikan ditindaklanjuti.

Ia berkata, masyarakat yang memiliki informasi keberadaan Harun diharap melapor.

"Oleh karena itu apabila masyarakat mengetahui keberadaan para DPO tersebut, silakan lapor kepada aparat terdekat maupun KPK melalui informasi@kpk.go.id atau call center 198," pintanya.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 31 Mei 2022: 5 Pasien Wafat, 247 Orang Sembuh, 340 Positif

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi (MAKI) membandingkan cara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari bekas caleg PDIP Harun Masiku, dengan saat memburu mantan politikus Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai, KPK lebih serius mencari Nazaruddin ketimbang Harun.

"Dulu misalnya dalam kasus Nazaruddin itu sampai bisa menangkap di Kolombia, itu karena awalnya karena kemauan, tekad kuat untuk menangkap," ujar Boyamin lewat keterangan tertulis, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Menkes: Pandemi Covid-19 Berskala Global, Indonesia Tidak Bisa Putuskan Status Endemi Sendirian

Boyamin mengatakan, KPK lebih aktif melakukan lobi dengan pemangku kepentingan terkait, saat mencari Nazaruddin.

Upaya itu dinilai MAKI tidak dilakukan saat KPK mencari Harun.

"Bagaimana dulu di Singapura dia bersembunyi tidak ekstradisi, tapi kemudian melakukan upaya lobi-lobi tingkat tinggi, akhirnya Singapura 'tidak menginginkan' Nazaruddin atau disuruh pergi di Singapura, akhirnya di Kolombia ditangkap," beber Boyamin.

Baca juga: Tak Dianggap Wartawan oleh Jaksa Meski Sudah Tunjukkan Kartu Pers, Edy Mulyadi: PWI Bisa Marah

KPK diharap menyamakan pencarian Harun dengan Nazaruddin.

MAKI tidak mau KPK melembek hanya karena mencari Harun.

"Kalau soal kemampuan saya yakin masih bisa, kemampuan itu kan dipacu dari kemauan, jadi kuncinya itu," ucap Boyamin. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved