Sekolah Antikorupsi

Pertama di Indonesia, Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung Masuk Kurikulum dan Hadir di SMA Negeri Depok

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam mendirikan Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung R Soeprapto.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Sigit Nugroho
TribunnewsDepok/Vini Rizki Amelia
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep Mulyana (seragam cokelat tengah) bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris (kemeja putih), Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi (jas kemeja putih), Kepala Kejari Depok Mia Banulita (seragam jaksa jilbab) beserta Forkopimda Kota Depok hadir dalam peresmian Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung R. Soeprapto di SMA Negeri 6 Depok, Jalan Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa (31/5/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) dalam mendirikan Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung R Soeprapto.

Sekolah itu didirikan, karena dianggap penting untuk menerapkan penerapan anti korupsi sejak dini.

Sebagai pelopornya, sekolah antikorupsi tersebut ditempatkan di SMA Negeri 6 Depok, Jalan Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok yang diresmikan pada Selasa (31/5/202).

Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Kejati Jawa Barat Asep Mulyana dan dihadiri Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi, Wali Kota Depok Mohammad Idris, Kepala Kejari Depok Mia Banulita serta perwakilan Dandim 0508/Depok dan Polres Metro Depok.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Sejak 2017, KPK Akhirnya Tahan Irfan Kurnia Saleh

Baca juga: MAKI sebut  Kredit Macet Perusahaan Batu Bara di Bank BUMN Termasuk Kategori Korupsi

Baca juga: Untuk Cegah Korupsi, Sachrudin Minta ASN di Kota Tangerang Membuat Program Tepat Sasaran

Dalam sambutannya sebelum meresmikan, Asep Mulyana mengatakan pentingnya menanamkan pengetahuan tentang bahayanya korupsi bagi negeri ini.

"Dengan adanya sekolah antikorupsi ini menjadi cikal bakal tumbuhnya virus-virus kebaikan juga semaian-semaian benih-benih kebaikan yang kita kembangkan di berbagai tempat termasuk Jabar," kata Asep Mulyana dalam peresmian Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung R Soeprapto di SMA Negeri 6 Depok, Jalan Raya Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Selasa (31/5/2022).

Penerapan antikorupsi sejak dini pun diyakini Asep Mulyana dapat tercapainya generasi emas Tanah Air dalam meneruskan tongkat estafet para pemimpin saat ini oleh anak-anak muda.

BERITA VIDEO: Temui Ridwan Kamil, Wali Kota Bern Janji Optimal dalam Pencarian Eril

Sementara itu, Kepala Disdik Jabar Dedi Supandi mengatakan nantinya pendidikan antikorupsi akan dimasukan menjadi kurikulum pendidikan.

"Nantinya pendidikan antikorupsi ini akan dimasukan dalam mata pelajaran PPKN, di situ juga akan dimasukan juga pendidikan anti radikalisme sebagai bagian daei pembentukan karakter," kata Dedi.

"Karena orang yang sukses ke depan adalah orang yang memiliki karakter," ujar Dedi.

Dedi diharapkan, nantinya pendidikan antikorupsi tidak hanya didapatkan dari penyampaian materi dari para guru.

"Saya berharap nanti Pak Kajati, Kajari, dinas-dinas bisa roadshow ke beberapa sekolah di seluruh Jabar untuk menghadirkan praktek-praktek baik, cerita baik atau mengenai kasus-kasus korupsi," paparnya.

Pendidikan antikorupsi juga dikatakan Dedi sudah diamanatkan saat Indonesia menjadi tuan rumah atau presidensial G20 untuk memasukan antikorupsi ke kurikulum ke seluruh sekolah-sekolah.

"Nah, kami sudah lebih dulu ini membuat hal demikian. Sekolah Antikorupsi Jaksa Agung R. Soeprapto ini akan menjadi cikal bakalnya, baru KCD 2 yang buat dan baru Depok yang menyelenggarakan, ini pertama di Indonesia," papar Dedi.

Sumber: Tribun depok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved