Tunggu Kabar dari Interpol Soal Keberadaan Saifuddin Ibrahim, Polri Belum Bisa Pastikan Jemput Paksa

Gatot mengaku belum mengetahui apakah nanti pihaknya bakal aktif menjemput paksa Saifuddin yang berada di luar negeri tersebut, atau tidak.

Editor: Yaspen Martinus
YouTube Saifuddin Ibrahim
Polisi masih memburu tersangka kasus penistaan agama Saifuddin Ibrahim, yang meminta 300 ayat Alquran dihapus. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polisi masih memburu tersangka kasus penistaan agama Saifuddin Ibrahim, yang meminta 300 ayat Alquran dihapus.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Interpol, untuk mencari keberadaan Saifuddin yang diduga berada di luar negeri.

"Kami masih menunggu, koordinasi P to P dari Hubinter," kata Gatot kepada wartawan, Senin (30/5/2022).

Baca juga: ICW Duga Raden Brotoseno Kembali Jadi Penyidik, Surat Klarifikasi Belum Direspons Polri

Namun begitu, Gatot mengaku belum mengetahui apakah nanti pihaknya bakal aktif menjemput paksa Saifuddin yang berada di luar negeri tersebut, atau tidak.

"Kami belum bisa memastikan itu. Kami masih menunggu dari kepolisian sana," ujarnya.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Alquran dihapus, sebagai tersangka dugaan penistaan agama.

Baca juga: Jabat Kabid Politik dan Kebijakan Publik Perindo, Heri Budianto: Cinta Tertunda Akhirnya Kesampaian

"Saat ini yang bersangkutan sudah tetapkan sebagai tersangka," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Dedi menuturkan, penetapan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka dilakukan penyidik sejak dua hari lalu.

"Sejak dua hari yang lalu mas kalau enggak salah (penetapan tersangka)," ucapnya.

Baca juga: Kawal Pemindahan Ibu Kota Negara, KPK Bentuk Satgas

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menaikkan status perkara Saifuddin Ibrahim yang meminta 300 ayat Alquran dihapus, ke penyidikan.

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri.

Dengan kata lain, penyidik menemukan dugaan unsur pidana di balik pernyataan Saifuddin Ibrahim.

Baca juga: Muhadjir Effendy: Kebenaran di Era Post Truth Saat Ini Tergantung Jumlah Follower dan Like

"(Kasus Saifuddin Ibrahim) Sudah naik sidik," ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Hingga saat ini, kata Asep, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari Saifuddin Ibrahim yang diduga berada di Amerika Serikat.

"Kami masih koordinasi secara intens dengan pihak-pihak terkait," ucapnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved