Liga Champions

HOROR Liga Champions, Liverpool Tuntut Penyelidikan Wanita Hamil dan Anak-anak Disemprot Merica

Horor terjadi pada laga final antara Real Madrid Vs Liverpool. Wanita hamil dan anak-anak jadi korban semprotan mrica polisi. Liverpool menuntut.

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
dailymail.co.uk
Horor terjadi pada laga final antara Real Madrid Vs Liverpool. Wanita hamil dan anak-anak jadi korban semprotan mrica polisi. Liverpool menuntut. 

Berbicara kepada AP saat mengantri, seorang penggemar berkata: 'Ini benar-benar menghebohkan. Ada hambatan di sana dan secara harfiah ada jarak enam kaki untuk mungkin 20.000 penggemar Liverpool masuk.

'Kami benar-benar didorong dari pilar ke tiang. Saya memiliki ayah mertua berusia 82 tahun di sini. Ini hanya kegilaan. Saya benar-benar minta maaf, tetapi hanya ada ribuan orang di belakang kami.'

Wartawan BBC Nick Parrott, yang telah menghadiri pertandingan hari Sabtu dan merupakan bagian dari sekelompok penggemar yang disemprot merica, mengatakan kepada BBC Radio 5 Live:

'Saya berada di luar Gerbang Y yang telah dibuka dan ditutup berulang kali selama satu setengah jam terakhir. tapi tidak ada yang melewatinya. Staf keamanan di sisi lain maju dan menyemprotkan semprotan merica.

"Saya telah melihat 10 penggemar mencoba memanjat pagar. Gerbang Z terbuka tetapi sepertinya tidak ada pergerakan yang masuk. Saya belum pernah melihat kekacauan seperti ini di pertandingan mana pun yang saya ikuti dalam kapasitas pribadi.'

Marvin Matip, saudara dari bek Liverpool Joel, mengatakan kepada Sky Sport Germany: “Organisasi di sekitar dan di dalam stadion tidak layak untuk final Liga Champions.

Menggunakan gas air mata di area dengan anak-anak dan penggemar yang tidak terlibat berbahaya!'

Reporter Florian Plettenberg mengatakan bahwa Marvin Matip, istrinya, yang sedang hamil, dan keluarganya terpaksa melarikan diri dari tanah dan bersembunyi di sebuah restoran dari gas air mata.

Satu video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan seorang penggemar muda Liverpool batuk dan terbatuk-batuk setelah disemprot merica oleh polisi.

Kickoff ditunda hingga pukul 21:30 waktu setempat (8:30GMT), dengan saksi mata menambahkan bahwa para penggemar ditahan dalam antrian 'panjang dan lambat' di luar stadion saat puasa terakhir mendekat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved