Berita Jakarta

Gereja Immanuel Jakarta Sudah 3 Tahun Tidak Lagi Pakai Bahasa Belanda Dalam Setiap Ibadah

Pendeta Abraham mengaku, Ibadah yang menggunakan Bahasa Belanda sudah tidak ada sejak tiga tahun yang lalu di Gereja Immanuel

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2022). 

Merupakan Gereja Belanda, Tidak Ada Lagi Ibadah dalam Bahasa Belanda di GPIB Immanuel Jakarta

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang mengatakan, pihaknya sudah tidak lagi mengadakan Ibadah yang menggunakan Bahasa Belanda.

Pendeta Abraham mengaku, Ibadah yang menggunakan bahasa Belanda sudah tidak ada sejak tiga tahun yang lalu.

"Karena dulu GPIB kan Gereja Belanda, sebelum kemerdekaan itu. Kemudian ketika merdeka, orang-orang yang berbahasa Belanda masih ada di sini," ujar Pendeta Abraham.

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, merupakan Gereja untuk jemaat beragam Kristen, yang berlokasi di Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Baca juga: Pengurus Gereja Toraja tak Mau Ambil Risiko, Tetap Batasi Jemaat yang Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus

Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang saat ditemui usai Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2022).
Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Jakarta, Pendeta Abraham Ruben Persang saat ditemui usai Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus di Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/5/2022). (Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga)

Ditemui Wartakotalive.com usai Ibadah, Kamis (26/5/2022), Pendeta Abraham memberikan alasan, karena jemaat yang dulu sudah semakin tua dan mayoritas sudah meninggal.

Lalu, menurut Pendeta Abraham, mereka tidak mewariskan kepada generasi yang muda.

Hal itulah yang membuat lama kelamaan Ibadah dalam Bahasa Belanda di GPIB Immanuel Jakarta menjadi kurang relevan.

"Doa, lagu, dan sebagainya, full menggunakan Bahasa Belanda. Lalu yang memimpin pun juga," ujar Pendeta Abraham.

Pendeta Abraham mengatakan, pihaknya akan berusaha penuhi apabila memang ada kebutuhan untuk Ibadah menggunakan Bahasa Belanda.

Ia juga bercerita, sebelumnya pernah ada jemaat dari Korea yang memakai gedung GPIB Immanuel Jakarta untuk Ibadah menggunakan Bahasa Korea.

"Pada intinya, kalau memang ada kebutuhan untuk jemaat tertentu, kita akan berusaha untuk akomodir," ujar Pendeta Abraham. (m36)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved