Eksklusif Warta Kota
Kepala BPBD Jakarta : Ada Tim 24 Jam yang Siap Merespons Keluhan Warga
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggaransi pihaknya siap melayani warga 24 jam.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Dian Anditya Mutiara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggaransi pihaknya siap melayani warga 24 jam.
Ia menyebut ada layanan 24 jam yang dijaga petugas. Mereka digaransi akan cepat merespons keluhan warga.
Penjelasan terkait hal tersebut dipaparkan Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Drs H Isnawa Adjie sewaktu diwawancara jurnalis Warta Kota Yolanda Putri Dewanti secara eksklusif di kantor BPBD DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Berikut hasilnya:
Pada September 2019, dibentuk Satgas Air Bersih untuk memastikan pasokan air bersih tersedia bagi masyarakat. Apakah tahun ini akan dilakukan?
Untuk tahun 2022 ini belum diperlukan.
Saat ini pada beberapa kawasan Jakarta masih relatif tertangani meski ada wilayah yang diprediksi nantinya mengalami kemarau.
Namun demikian, lokasi tersebut masih diguyur hujan sore dan malam harinya. Jadi, kekhawatiran kami terhadap kemarau belum terlalu besar.
Pun dirasakan di beberapa wilayah mulai merasa panas.
Rekan kantor, teman sekolah saya mengeluh sekarang sudah mulai panas di dalam rumah dan lain-lain.
Baca juga: BPBD DKI Pastikan Ada Tim Siaga 24 Jam yang Siap Merespons Keluhan Warga
Apa yang bisa dilakukan masyakarat untuk menghadapi musim kemarau ini?
Pertama saat hujan turun, mesti ada tempat penampungan air.
Meski airnya tidak dipakai untuk mandi tetapi nantinya bisa digunakan untuk menyiram tanaman, membersihkan halaman, dan lain-lain.
Kedua, kami mengajak gerakan hidup hemat.
Bayangkan kalau 24 jam air dari keran dibiarkan menetes terus? Kemudian kami mengajak para wali kota, camat, lurah untuk menginventarisasi kebutuhan air warganya.
Bila di wilayah mereka ada tandon-tandon air, kami bisa upayakan untuk mengisinya dengan air bersih agar mereka punya ketersediaan air.
Terakhir, kami memiliki layanan (telepon) 112 yang berkaitan dengan masalah Covid-19, Kamtibmas, UMKM.
Misalnya komplain pohon tumbang, tanah atau lahan di Jakarta yang rawan longsor atau masalah sampah, silakan ke 112.
Kami punya tim yang (bekerja) 24 jam menerima pengaduan warga dan akan cepat memberikan respons.
Kami juga aktif memberikan informasi melalui media sosial BPBD DKI Jakarta.
Lalu warga harus menyadari bencana bisa terjadi kapan pun karena bencana adalah sesuatu yang ada, bisa diprediksi, juga tidak bisa diprediksi.
Yang bisa diprediksi seperti banjir tetapi kejadian seperti gempa dan lainnya sulit diprediksi karena begitu cepat dan singkat.
Terkait musim kemarau, kami bisa prediksi kapan bulan-bulan kemarau akan masuk karena biasanya ada pergantian musim.
Warga tak perlu panik karena kita dari kecil sudah biasa menghadapi perubahan cuaca seperti itu.
Tinggal bagaimana mengenali risikonya seandainya di kawasan tertentu sudah mengalami kekeringan, tidak ada pasokan air.
Selanjutnya bisa hubungi kami melalui RT, RW, lurah, camat, dan lain-lain.
Ada banyak institusi penanganan kebencanaan yang akan membantu masyarakat seperti TNI, Polri, BNPB, BPBD, Baznas.
Kami akan bahu-membahu membantu warga. Kami juga berharap masyarakat sedari dini memberi feedback berupa gerakan hemat air dan tidak membuang air sembarangan.
Lalu di lingkungan masyarakat bisa membuat sumur-sumur resapan, membuat biopori, jadi semua itu adalah bagian dari upaya bersama untuk melestarikan lingkungan.
Baca juga: 4 Kecamatan di Tangerang Selatan Rawan Banjir Saat Hujan Intesitas Tinggi, Ini Penyebabnya
Terakhir, sejauh mana penanganan Covid-19 di Jakarta?
Tugas BPBD atau Satgas Covid-19 DKI Jakarta semakin ringan karena kita mengalami pelandaian yang signifikan.
Hampir di seluruh wilayah melaporkan jumlah pasien semakin menurun, tak ada lagi yang dirawat. Mereka kemudian memfungsikan kembali lokasi isolasi terpadu (isoter) dengan kegiatan awal.
Misalnya Rumah Sakit Adhyaksa (Jakarta Timur) berfungsi lagi menjadi rumah sakit umum.
Kemudian juga tempat penginapan yang tadinya tertutup untuk umum, sekarang beroperasi normal.
Meski begitu, kami BPBD bekerja sama dengan BNPB, tetap mengingatkan kepada warga bahwa prokes (protokol kesehatan) harus tetap dijaga.
Kami juga membagikan 93.000 masker di berbagai wilayah Jakarta. Masker ini tak hanya melindungi diri dari virus tetapi debu atau hewan lain yang dapat menggangu kesehatan. Kami pun memonitor setiap kegiatan yang ada di Jakarta.
Kalau pemerintah, swasta, mengadakan rapat kerja atau misalnya kampus ingin menggelar wisuda, mereka harus mengajukan semacam rekomendasi ke BPBD.
Intinya walaupun Covid-19 sudah melandai, kami tetap waspada, terus memonitor situasi. (m27/eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Drs-H-Isnawa-Adjie12.jpg)