Aksi Terorisme

Berkedok Kemanusiaan, Teroris Galang Dana untuk Jihad ke Medan Perang dan Beli Senjata

Ramadhan menjelaskan, dana itu digunakan oleh kelompok teroris untuk berangkat jihad, pelatihan terorisme, hingga pembelian senjata.

Editor: Yaspen Martinus
shutterstock.com
Polri mengingatkan masyarakat berhati-hati dengan penggalangan dana yang dilakukan oleh kelompok teroris. Khususnya, permintaan donasi untuk kegiatan kemanusiaan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri mengingatkan masyarakat berhati-hati dengan penggalangan dana yang dilakukan oleh kelompok teroris. Khususnya, permintaan donasi untuk kegiatan kemanusiaan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, sumbangan itu justru diselewengkan untuk kegiatan yang terkait tindak pidana terorisme.

"Masyarakat harus memahami bahwa ada penggalangan dana yang berkedok kemanusiaan, yang juga merupakan afiliasi dari kelompok teroris," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022).

Baca juga: KIB Ingin Ada Empat Pasang Capres-Cawapres di Pilpres 2024 Agar Rakyat Punya Banyak Pilihan

Ramadhan menjelaskan, dana itu digunakan oleh kelompok teroris untuk berangkat jihad, pelatihan terorisme, hingga pembelian senjata.

"Penggalangan dana tersebut akan didukung untuk kegiatan yang mendukung giat teroris."

"Seperti pemberangkatan para jihad ke medan pertempuran, pelatihan teroris, dan juga untuk mendukung penyembunyian para DPO, pembelian senjata, dan lain-lain," paparnya.

Cara Kelompok Teroris Kumpulkan Dana

IA (22), mahasiswa di Malang, Jawa Timur, ditangkap Densus 88 karena terlibat mendanai kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Lantas, bagaimana modus pengumpulan dana yang biasa dilakukan oleh kelompok teroris?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, pengumpulan dana yang dilakukan oleh berbagai kelompok teroris di Indonesia memang masih masif.

Baca juga: Per Maret 2022, Calon Pemilih di Pemilu 2024 Ada 190.573.769 Jiwa

"Dinamika perkembangan teknologi secara global mempengaruhi modus pencarian dana yang dilakukan kelompok terorisme, terutama kelompok JAD dan AD selaku pendukung ISIS," kata Ramadhan saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022).

Ramadhan menjelaskan, modus pencarian dana itu dilakukan secara offline maupun online.

Untuk offline, ada tiga modus yang biasa dilakukan, yaitu donasi, menjual aset pribadi, hingga merampok.

Baca juga: Menteri Agama: Selamat Merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih, Mari Terus Pererat Kerukunan Umat

"Sumbangan atau donasi secara offline dilakukan dengan berbagai cara, baik menyumbangkan atau memberikan uang atau aset yang dimiliki secara langsung kepada sesama anggota kelompok, untuk melaksanakan rencana terorisme," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved