Uang Palsu

Pasutri Warga Cengkareng Nekat Edarkan Uang Palsu Selama Enam Bulan di Pasar Tradisional

Sepasang pasutri di Cengkareng, Jakarta Barat, ingin cepat kaya dengan cara instan. Yakni dengan mengedarkan uang palsu.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
warta kota/miftahulmunir
Pasangan suami istri (Pasutri) diciduk Polsek Kalideres karena mengedarkan uang paslu dengan cara berbelanja di pasar tradisional wilayah Kecamatan Kalideres. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pasangan suami istri (Pasutri) diciduk Polsek Kalideres karena mengedarkan uang palsu dengan cara berbelanja di pasar tradisional wilayah Kecamatan Kalideres.

Kapolsek Kalideres AKP Syafri Wasdar mengatakan, pasutri ini diamankan polisi di rumah kontrakannya kawasan Cengkareng, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Baca juga: Penyelenggaraan Kongres KNPI XVI Menorehkan Sejarah karena Dilaksanakan di Lapangan Landmark Ternate

"Suaminya bernama Muslihat dan istrinya Mulyanah, awalnya kita mendapatkan informasi dari masyarakat," kata Syafri.

Setelah itu, lanjut polisi berpangkat balok tiga ini, pihaknya melakukan penyelidikan dan akhirnya didapati dua identitas pelaku.

Ketika dilakukan penangkapan di rumahnya, polisi menyita 670 lembar uang palsu pecahan Rp 50.000 dan 93 lembaran uang palsu pecahan Rp 20.000.

Baca juga: The Jakmania Awasi Persija Jakarta Latihan, Thomas Doll: Saya Terbiasa dengan Tekanan!

"Yang sudah diedarkan dan yang sudah diproduksi itu kurang lebih Rp 300 juta, itu selama enam bulan," tegasnya.

Mantan Kapolsek Sukamajaya ini mengaku, masih ada satu tersangka lainnya yang diburu dan perannya sebagai dalang uang palsu.

Namun demikian, Syafri memastikan keduanya tak mengedarkan uang palsu ini ke jasa penukaran pinggir jalan.

"Setiap produksi itu bisa Rp 30 juta itu dia butuh waktu sekitar satu Minggu sampai 10 hari, sasarannya ke pasar dan toko dan uang kembaliannya ini di kumpulin," ucap mantan Wakapolsek Tambora.

Ilustrasi uang palsu.
Ilustrasi uang palsu. (Wartakotalive.com/Hironimus Rama (Roni))

Pasutri ini akhirnya disangkakan Pasal 36 Junto 26 ayat 1 UU RI ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan dendanya Rp 10 miliar.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved