Buronan KPK

Novel Baswedan Bilang Harun Masiku Tidak Dicari, KPK: Kontraproduktif

Menurut Ali, para buronan, termasuk Harun Masiku, akan melakukan berbagai cara agar persembunyiannya sulit ditemukan.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut perkembangan pemburuan buronan Harun Masiku, bukan suatu hal yang bisa disampaikan ke publik secara mendetail. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut perkembangan pemburuan buronan Harun Masiku, bukan suatu hal yang bisa disampaikan ke publik secara mendetail.

Hal itu merespons pernyataan mantan penyidik KPK Novel Baswedan yang menyebut Firli Bahuri Cs ogah menangkap Harun Masiku karena diduga melibatkan petinggi partai politik.

"Karena hal ini justru akan menjadi kontraproduktif dalam proses pencariannya," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri lewat keterangan tertulis, Rabu (25/5/2022).

Baca juga: Rencana Penghapusan PPKM, Muhadjir Effendy: Tunggu Perintah Presiden

Menurut Ali, para buronan, termasuk Harun Masiku, akan melakukan berbagai cara agar persembunyiannya sulit ditemukan.

Untuk itu, KPK meminta Novel bersabar.

"Nantinya, KPK tentu akan menyampaikan jika memang progresnya sudah bisa diinformasikan kepada publik," ucap Ali.

Baca juga: Kasus Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia Bertambah Jadi 16, Terbaru di Banten dan Sulawesi Selatan

Sebelumnya, mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan alasan mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak kunjung menangkap Harun Masiku.

Novel yang kini bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) Polri mengatakan, kasus Harun Masiku diduga melibatkan petinggi partai tertentu.

"Kasus Harun Masiku ini diduga melibatkan petinggi partai tertentu."

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 6 Juni 2022: Jakarta Level 1, Pamekasan Tertahan di Level 3

"Pencarian terhadap Harun Masiku saya yakin tidak dilakukan, kecuali hanya sekadarnya saja."

"Apakah ada kaitannya? Hanya Firli dkk yang tahu," cuit Novel di akun Twitter @nazaqistsha, Senin (23/5/2022).

Novel turut menyampaikan tiga alasan kenapa saat dirinya masih menjadi bagian dari KPK, tak bisa mencokok Harun.

Baca juga: Wamenkes: Bila Penularan Covid-19 Kurang dari Satu Selama Enam Bulan, PPKM Tak Perlu Diupdate Lagi

Pertama, kata dia, saat tim KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus Harun, tim mendapat intimidasi oleh oknum tertentu.

Saat itu, lanjutnya, Ketua KPK Firli Bahuri cs tak berkutik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved