Webinar Wartakota

Wali Kota Depok Muhammad Idris Ingin Jakarta seperti Jeddah, Ibu Kota Pindah ke Kaltim

Jakarta harus lebih maju, paling tidak seperti Kota Jeddah Arab Saudi, setelah tidak jadi Ibu Kota.

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: Suprapto
Wartakotalive.com/Alex Suban
Warta Kota menggelar seminar membahas Jakarta Masa Depan dalam Perspektif Pemda se-Jabodetabek, Senin (23/5/2022). Nara Sumber seminar tersebut antara lain Direktur Kawasan, Perkotaan, dan Batas Negara Kemendagri Thomas Umbu Pati, Sekda Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Staf Ahli Wali Kota Tangsel Mukhodas (hadir secara langsung) dan Wali Kota Depok Muhammad Idris, Wali Kota Bogor Bima Arya, serta Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (hadir secara virtual). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wali Kota Depok Muhammad Idris berharap Jakarta bisa seperti Kota Jeddah, Arab Saudi, menjadi pusat bisnis di nasional.

Hal itu diungkapkan Muhammad Idris dalam webinar Masa Depan Jakarta, Pemindahan Ibu Kota dan Tinjauan dalam Perspektif Pemda Se-Jabodetabek yang digelar oleh Wartakota Network, Senin (23/5/2022).

Muhammad Idris mengatakan harusnya adanya antisipasi dalam membangun Jakarta dan Bodetabek di masa depan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan warga.

"Fungsi Jakarta dari mengemban fungsi kota, dari pusat pemerintahan, ekonomi, perdagangan dan jasa menjadi pusat perekonomian nasional," ujarnya.

Dirinya mengatakan Jakarta bisa disamakan dengan kota di Arab Saudi, yaitu Jeddah. 

Baca juga: Dr Safrizal: Konsep Jakarta Baru dengan Wilayah Penyangga Ketika Sudah Tidak Jadi Ibu Kota Negara

Kota Jeddah adalah kota pusat perekonomian nasional dari negara Arab Saudi

Ia mengatakan pemerintah harus melakukan sinergi dengan kota, kabupaten dan daerah yang bersinggungan dengan Kota Jakarta.

"Jakarta harus menjadi role model dalam berbagai urusan, termasuk pemerintahan. Maksudnya adalah mempertahankan model pemerintahan daerah, dengan menitikberatkan otonomi daerah provinsi," ucapnya.

Kata Muhammad Idris Jakarta telah menerapkan model pemerintahan yang efektif, demokratis dan efisien. 

Pemilihan secara politik lebih baik hanya untuk gubernur, tetapi walikota sebagai jabatan karir yang membuat jadi lebih efektif dan efisien.

Menurutnya pemerintah sudah tidak egois atau egosentris terhadap kota dan kabupaten. Lewat persamaan visi dan misi dalam hal mensejahterakan masyarakat.

"Namun dalam praktek birokrasi bantuan-bantuan yang diberikan atau hibah mengalami banyak kesulitan," katanya.


Dirinya mengatakan dana yang diberikan untuk suatu kota diberikan sesuai dengan kebutuhannya.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved