Pelonggaran Penggunaan Masker

Sukron Waswas Penjualan Masker Menurun Drastis Akibat Anjuran Presiden Jokowi

Sukron seorang pedagang masker eceran waswas atas anjuran Presiden Jokowi soal pelonggaran penggunaan masker, karena berdampak pada dagangannya.

Warta Kota/ Leonardus Wical Zelena Arga
Muhammad Sukron, penjual masker saat melayani pembeli di lapaknya, di depan Rumah Sakit Pelni, Kecamatan Petamburan, Jakarta Barat. Dia khawatir anjuran Presiden Jokowi soal pelonggaran masker berdampak pada jualannya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Mengenakan kaus berwarna putih dengan rambut panjang yang diikat, seorang penjual masker, Muhammad Sukron khawatir dengan kebijakan Presiden Joko Widodo terkait pelonggaran penggunaan masker.

Diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran penggunaan masker.

Baca juga: August Hamongan Endus ‘Bau tak Sedap’ Atas Sikap ASN DKI yang Membiarkan Bangunan Pelanggar Perda

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi di akun pribadi Instagram @jokowi, Selasa (17/5/2022).

Presiden Jokowi menyampaikan, masyarakat tidak perlu menggunakan masker ketika berada di ruang terbuka.

"Saya stop dulu stoknya. Itu di gudang ada 100 masker belum turun maskernya, dulu biasanya seminggu stok selalu turun, lalu saya tambah lagi," ujar pria yang akrab ditemui Sukron saat ditemui di lapaknya, di depan Rumah Sakit Pelni, Kecamatan Petamburan, Jakarta Barat, Senin (23/5/2022).

Sukron mengaku, penjualannya menurun 20 hingga 30 persen. Hal tersebut sangat berbeda dibanding Mei 2021 yang lalu.

Baca juga: Kepulangan Timnas Indonesia Disambut Protes Suporter : Jangan Berharap Juara Kalau Gak Berubah

Sukron mengatakan, saat itu dalam sehari bisa mendapatkan pemasukan sekira 200 hingga 300 ribu. Hal tersebut merupakan pemasukan tertingginya dari penjualan masker.

Posisi lapak masker yang tepat berada di depan RS Pelni, membuatnya punya beberapa langganan dari orang-orang di dalam rumah sakit tersebut.

"Dulu sering dapat pesanan dari rumah sakit. Dalam sehari itu per orang ada yang pernah beli sampai 18 kotak masker," ujar Sukron.

Baca juga: Kimberly Rider Mulai Jarang Terlihat di Layar Lebar Setelah Dinikahi Edward Akbar, Jualan Ikan Koki?

Sukron mengaku bisa mematok harga hingga 50 ribu per kotak saat permintaan masker sedang tinggi.

Namun, sekarang harga masker sudah kembali normal bahkan diprediksikan cenderunf menurung.

"Sekarang paling ya saya menjual masker di harga 15 hingga 25 ribu per kotak, tergantung jenisnya juga," ujar Sukron.

Ilustrasi polisi menegur orang yang tak pakai masker.
Ilustrasi polisi menegur orang yang tak pakai masker. (Warta Kota)

Walaupun kondisi penjualan menurun, Sukron tidak memutuskan untuk berhenti berjualan masker.

Sukron mengatakan, menurutnya masyarakat yang membeli masker bukan hanya karena Covid-19, namun juga sudah terbiasa.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved