Webinar Wartakota

Dr Safrizal: Konsep Jakarta Baru dengan Wilayah Penyangga Ketika Sudah Tidak Jadi Ibu Kota Negara

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr Safrizal menyebut ada beberapa konsep yang terus digodok.

Wartakotalive/Yulianto
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Dr Safrizal 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Bentuk pemerintahan di Jakarta setelah Ibu Kota Negara (IKN) dipindah ke Kalimantan Timur menjadi hal yang terus dibahas berbagai pihak termasuk Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Dr Safrizal menyebut ada beberapa konsep yang terus digodok.

Berikut lanjutan wawancara eksklusif Warta Kota dengan Dr Safrizal  terkait akan seperti apa pemerintahan di Jakarta pascapemindahan IKN:

Sebelumnya pernah muncul "Konsep Megapolitan". Intinya konsep yang menghubungkan tata ruang wilayah Jakarta dengan daerah penyangga. Apakah konsep ini akan cocok dengan kondisi Jakarta dewasa ini?

Salah satunya karena Jakarta menjadi pusat ekonomi nasional bahkan dunia. Jakarta tidak bisa sendirian karena daya dukung alam, penduduk, permukiman.

Jakarta juga membutuhkan support (dukungan) dari daerah sekitar. Ini menjadi bahan pemikiran bagi kami setelah IKN pindah ke Kalimantan Timur.

Koneksitas antara Jakarta baru nanti, koneksitas dengan daerah sekitar terutama misalnya transportasi, pusat ekonomi ya benar tetapi dengan bertambahnya jumlah penduduk, bertambah pusat lapangan pekerjaan tentu orang di luar Jakarta, nah ini membutuhkan koneksitas yang cukup baik.

Kemudian kami lihat jenis-jenis transportasi yang berkembang hari ini (sewaktu diwawancarai--red) sudah cross, ini menjadi titik bahagia daripada memikirkan konsep baru.

Kalau dulu kami menyebut konsepnya Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Nanti kami akan diskusikan pula bentuk Jakarta baru dengan daerah sekitarnya, nanti konsep kerja samanya apa.

Karena ini berbeda entitas maka konsep yang paling memungkinkan adalah konsep kerja sama antara Jakarta dengan daerah sekitar.

Apakah mungkin konsepnya provinsi tetap Jakarta yang sekarang kemudian kerja sama dengan wilayah. Artinya Provinsi Jakarta Baru nanti bukan hanya Jakarta yang sekarang, tetapi juga perluasan.

Baca juga: Lima Pemikiran untuk Menentukan Status Jakarta Setelah Tak Jadi IKN

Kalau ini terjadi, konsekuensinya turut mengubah Undang-Undang tentang pembentukan Jawa Barat dan Banten?

Potensi selalu ada begitu pula risikonya. Kalau ingin bekerja cepat tentu opsi tersebut kami tinggalkan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved