Pemilu 2024

Gus Yahya: NU Tidak Boleh Digunakan Sebagai Senjata untuk Kompetisi Politik

Yahya pun menanggapi pertanyaan wartawan terkait wacana renggangnya hubungan PBNU dengan PKB.

Editor: Yaspen Martinus
Tangkapan Layar YouTube TVNU
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, NU tidak boleh digunakan oleh partai sebagai senjata dalam kompetisi politik. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, NU tidak boleh digunakan oleh partai sebagai senjata dalam kompetisi politik.

Yahya mengatakan, apabila hal tersebut dilakukan, maka tidak sehat bagi organisasi PBNU.

Hal tersebut disampaikan Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2022).

Baca juga: Siap Bawa PKB Gabung Koalisi Indonesia Bersatu, Muhaimin Iskandar: Asal Capresnya Saya

"Semuanya (tidak hanya PKB), untuk semua partai, jadi NU itu seluruh bangsa dan ndak boleh digunakan sebagai senjata untuk kompetisi politik."

"Karena kalau kita biarkan terus-terus begini, ini tidak sehat," kata Gus Yahya.

Yahya juga menanggapi wartawan yang menanyakan soal adanya klaim Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang mendapat dukungan dari PBNU dalam pemilu.

Baca juga: Muhaimin Iskandar Siap Gabung KIB Asal Jadi Capres, Waketum PPP: Nanti Dimusyawarahkan

Menurutnya, klaim tersebut perlu dibuktikan.

Namun demikian, ia menegaskan agar tidak mengekploitasi identitas NU dalam politik.

"Saya ingin sampaikan di sini bahwa kita tidak mau, kita mohon jangan pakai politik identitas, terutama identitas agama, termasuk identitas NU."

Baca juga: Finis di Peringkat Tiga SEA Games 2021, Kontingen Indonesia Sukses Penuhi Keinginan Jokowi

"Tidak boleh mengeksploitasi identitas NU untuk politik, tidak. NU ini untuk selalu bangsa," tegasnya.

Yahya pun menanggapi pertanyaan wartawan terkait wacana renggangnya hubungan PBNU dengan PKB.

"Ya kita kan enggak ngapa-ngapain, kita kan enggak melakukan apa-apa ini."

Baca juga: Mantan Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Meninggal, Terawan: Saya Bersaksi Beliau Orang Baik

"Saya tidak bikin pernyataan apa pun yang katakanlah berisi negatif terhadap siapapun, apalagi PKB, ndak."

"Nah, kalau ada yang mengatakan renggang ya mereka yang merenggangkan dirinya dari NU," tuturnya. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved