Pelonggaran Penggunaan Masker

Tanti Rohilawati tak Mau Gegabah, Imbau Warga Kota Bekasi tak Asal Lepas Masker di Area Terbuka

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati minta masyarakat tak gegabah saat melepas masker. Sebab, viris Covid-19 masih ada.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengingatkan warga agar tak asal lepas masker meski di area terbuka, karena virus Covid-19 belum bersih. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati meminta masyarakat untuk tetap bijak saat melepas masker di area terbuka, menyusul Pemerintah telah memberikan kelonggaran.

Menurut Tanti, penggunaan masker merupakan bagian proteksi dini agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19 melalui droplet.

Baca juga: Iwan Setiawan Ingin Kabupaten Bogor Bebas Stunting pada 2023, Intervensi Gizi Bakal Digenjot

"Sebetulnya itu kembali lagi itu kan untuk proteksi-proteksi kita bagaimana kita untuk mengantisipasi agar kita tidak terjangkit untuk tidak terkena virus Covid-19," kata Tanti Rohilawati, Jumat (20/5/2022).

Tanti menyampaikan ketika ingin melepas masker, agar dapat melihat sekitar, apakah memang kondisinya memungkinkan kan untuk melepas masker, meskipun itu berada di area luar ruangan. Sebab, saat ini pandemi masih terjadi.

"Sebaiknya tetap menggunakan masker. Kalau saya berpikir begitu ya, tapi kalau misalnya pas di luar orangnya juga cuman 1-2 kosong ya tidak," katanya.

Baca juga: Kabid Humas Polda Metro Berpesan Miyabi dan Fans Harus Prokes, Tunggu Surat Pemberitahuan Acara

Sejauh ini kasus Covid-19 di Kota Bekasi memang sudah cukup landai, tercatat hanya 6 kasus yang terjadi.

Maka meskipun kasus Covid-19 melandai, tetap dirinya meminta kepada masyarakat tidak beruforia, terlebih saat ini ada kelonggaran terkait penggunaan masker.

"Mudah-mudahan saja dengan telah diinformasikan oleh Presiden mungkin ini sedikit-sedikit untuk menjadi evaluasi juga ya di tempat-tempat yang banyak orang pun menjadi pertimbangan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengatakan pihaknya menghargai kebijakan pemerintah untuk mulai melonggarkan penggunaan masker.

Ilustrasi pengunaan masker di area terbuka.
Ilustrasi pengunaan masker di area terbuka. (istimewa/STPI)

Sigit mengatakan kebijakan pelonggaran penggunaan masker dikaitkan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (20/5/2022).

"Sebaiknya Presiden Jokowi memanfaatkan hari ini sebagai simbol kebangkitan bangsa setelah hampir tiga tahun terpuruk krisis akibat pandemi Covid-19," ujar Sigit.

Baca juga: Jelang Pemilu Serentak 2024, tak Sembarang Orang Boleh Masuk Kantor KPU

Selain itu, Sigit berharap pemerintah juga melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal tersebut supaya ekonomi Indonesia bangkit kembali seperti sebelum pandemi Covid-19.

"Jadi jika pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran, semestinya dimulai dengan pelonggaran kegiatan ekonomi, sosial dan budaya. Sebaiknya tidak melompat langsung pada kebijakan pelonggaran protokol kesehatan, apalagi pelonggaran boleh tidak pakai masker," ujar Sigit.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved