Berita Nasional

UAS Diusir Singapura karena Dituduh Ekstrimis, Fahri Hamzah Bicara Islamphobia yang Makin Parah

Fahri Hamzah menilai, dalam prinsip keimigrasian modern, pelayanan imigrasi sejatinya mempermudah silaturahim antar-sesama manusia

Editor: Feryanto Hadi
Youtube
Ustadz Abdul Somad jelaskan kejadian deportasi dari imigrasi Singapura, Selasa (17/5/2022) 

WARTAKTALIVE.COM, JAKARTA-- Politisi Partai Gelora, Fahri Hamzah menyayangkan sikap pemerintah Singapura yang melarang ustaz Abdul Somad masuk ke negaranya dengan berbagai tudingan, di antaranya tuduhan ekstrimis kepada dai kondang itu.

Keputusan pemerintah Singapura itu, dikatakan Fahri, bisa mengganggu hubungan antar-negara di ASEAN.

"Menolak perjalanan pribadi seorang biksu Myanmar atau pendeta Singapura atau Ustadz Indonesia bukanlah sebuah tindak keimigrasian yg beradab. Apalagi jika perjalanan itu murni perjalanan wisata dengan perempuan dan anak bayi di bawah 1 tahun. Ini melanggar nilai2 dasar ASEAN," tulis Fahri Hamzah dalam sebuah utas di Twitter, dikutip pada Rabu (18/5/2022).

Fahri Hamzah menilai, dalam prinsip keimigrasian modern, pelayanan imigrasi sejatinya mempermudah silaturahim antar-sesama manusia yang berada di satu negara dengan yang berada di negara lainnya.

Baca juga: Yusril : Singapura Tolak UAS Akan Rusak Hubungan Etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara

"Negara tidak perlu memiliki kecemasan berlebihan sebab pada dasarnya people to people contact tak bisa dihindari," kata dia.

Fahri kemudian bicara soal Islamphobia yang dinilainya makin berkembang.

Bukan hanya di negara yang berpedoman kepada 'barat', juga di Indonesia.

"Ada persoalan lain yang nampak dari kasus UAS ini, yaitu berkembangnya Islamophobia tidak saja di beberapa negara tetangga tetapi juga termasuk di dalam negeri. Islamophobia dan berbagai macam kebencian kepada sesama adalah penyakit ummat manusia kita hari ini," jelasnya

Baca juga: Bantah UAS Dideportasi, Dubes Suryopratomo: UAS Tidak Penuhi Syarat WNA Datang ke Singapura

"Itulah sebabnya PBB menetapkan tanggal 15 Maret sebagai hari Internasional melawan Islamophobia. PBB telah mulai melancarkan kampanye global untuk melawan penyakit sosial ini. Kasus UAS ini dapat menjadi pelajaran awal di kawasan ASEAN. Paling tidak di dalam negeri sendiri," imbuh Fahri

Kabar Ustadz Abdul Somad dicekal pemerintah Singapura tengah menjadi perbincangan hangat di publik.

Kini, Ustaz Abdul Somad banjir dukungan dari sejumlah tokoh hingga pengikutnya ramai naikkan tagar #SAVEUAS di media sosial.

Berbagai spekulasi pun muncul terkait darimana pmerintah Singapura mendapatkan informasi bahwa UAS adalah ulama ekstrimis.

Sementara, dalam sebuah wawancara di stasiun televisi, UAS mengaku pernah mendapati kejadian serupa saat kunjungan ke Timor Leste.

Saat itu, pihak imigrasi setempat mengaku mendapatkan informasi 'dari Jakarta' bahwa UAS adalah teroris.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved