Pelecehan Seksual
Sopir Bejat Nafsu pada Bocah Down Syndrome saat Kosan di Tamansari Sepi
Aksi sopir bejat yang mencabuli seotrang bocah di Tamansari ternyata karena nafsu, di saat kosan sepi.
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pria berinisial B alias D yang berprofesi sebagai sopi, diduga mencabuli remaja berkebutuhan khusus di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.
B alias D hanya bisa tertunduk malu ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Barat, Rabu (18/5/2022) pagi.
Baca juga: Sempat Murka Istrinya Nikah Lagi demi Hawa Nafsu, Suami di Cianjur Kini Berlapang Dada, Pilih Cerai
Lelaki paruh baya itu mengenakan seragam tahanan Polres Metro Jakarta Barat.
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pada 14 Mei 2022 korban tengah duduk sendirian di tangga kosan.
Kemudian datang pelaku dan saat akan lewat korban tak memberikan jalan, dan pelaku mengajak bercanda dengan menggendong.
"Karena pelaku pas menggendong memegang bagian sensitif korban, akhirnya timbul keinginan untuk mencabuli," kata Royce di kantornya.
Baca juga: Jadwal Final Bulutangkis Sea Games Vietnam Tim Putri Indonesia Lawan Thailand, Rabu 18 Mei
Kebetulan sekira pukul 13.00 WIB kosan pelaku dan korban ini sepi, sehingga B leluasa mencabuli perempuan berinisial H.
"Korban akhirnya menangis kesakitan, jadi motif atau modusnya memegang dada dan bagian tubuh lain korban selama 30 detik. Terakhir dicubit, hingga akhirnya pelaku ngadu ke orangtuanya," jelas Royce.
Polres Metro Jakarta Barat sudah berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PTP2A) untuk memberikan pendampingan ke korban.
Baca juga: Bocah Down Syndrome Trauma Dengar Ketukan Pintu setelah Alami Pelecehan Seksual dari Sopir Bejat
Sehingga untuk atasi trauma healing, ditangani PTP2A agar dapat mengembalikan psikolog anak seperti semula.
"Kami akan segera tuntaskan perkara ini dan secepatnya tahap 1 ke JPU," tuturnya.
Sebelumnya, Tersangka pencabulan remaja berkebutuhan khusus di Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat berinisial B alias D (48) awalnya menyentuh dada korban pada Sabtu (17/5/2022).
Saat itu korban tengah duduk di lantai tiga dan menghalangi langkah pelaku yang menuju ke lantai empat.
Baca juga: Yusril : Singapura Tolak UAS Akan Rusak Hubungan Etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara
Kemudian pelaku sempat bilang kepada korban "awas ayah D mau lewat" tapi korban tak juga beranjak dari tempat duduknya di tangga.
Korban sempat digendong menggunakan kedua tangan pelaku hingga menyentuh dada H (14).
Namun, remaja tersebut berontak dan tetap berada di posisi duduk.
"Korban hanya terdiam saja ketika dipegang-pegang pelaku," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono, Selasa (17/5/2022).
Korban yang berkebutuhan khusus hanya berdiam diri tanpa ada perlawanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/b-alias-d.jpg)