Berita Nasional

Sikapi soal UAS, Sekjen Syarikat Islam Sebut Singapura Langgar Resolusi PBB Tentang anti-Islamofobia

Ferry pun mendesak pemerintah Singapura untuk meminta maaf kepada Pemerintah Indonesia soal UAS.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
DR. Ferry Juliantono selaku Ketua Desk Anti Islamphobia Pengurus Pusat Syarikat Islam (PP SI) 

WARTAKOTALIVE.COM-- Pengurus Pusat Syarikat Islam menanggapi sikap resmi pemerintah Singapura yang disampaikan oleh Ministry of Home Affair tentang alasan Singapura melakukan penolakan kepada Ustad Abdul Somad (UAS).

Syarikat Islam menganggap, alasan itu sangat menggambarkan sikap Islamophobia negara Singapura.

Alasan yang disampaikan seperti soal sikap UAS tentang Palestina sangat bertentangan dengan sikap bangsa Indonesia yang sejak dulu telah memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Sebagai perwujudannya Indonesia menolak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca juga: UAS Diusir Singapura karena Dituduh Ekstrimis, Fahri Hamzah Bicara Islamphobia yang Makin Parah

Baca juga: Selain Ustaz Abdul Somad, Ternyata Singapura Juga Pernah Cekal Pendeta Asal AS Usai Singgung Muslim

Pernyataan UAS tentang penggunaan bom bunuh diri misalnya adalah karena hal itu menjadi suatu cara yang diperbolehkan dalam situasi perang.

Apalagi dunia Internasional tahu bahwa bangsa Palestina mengalami embargo dan mengalami penindasan militer dari Israel dan banyak negara mendukungnya.

Termasuk Singapura yang masih tetap menjalin hubungan dengan Israel.

Demikian disampaikan DR. Ferry Juliantono Ketua Desk Anti Islamphobia Pengurus Pusat Syarikat Islam (PP SI) dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, lanjut Ferry, UAS adalah ulama yang di Indonesia dakwahnya banyak diminati oleh umat Islam dan masyarakat luas.

Seluruh instansi dan media di Indonesia menampilkan UAS sebagai salah satu penceramah yang dihormati. Isi ceramahnya adalah sesuatu yang bisa di pertanggung jawabkan secara keilmuan khususnya dari kitab suci Al Quran dan hadits.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved