Pandemi Virus Corona

Epidemiolog UI Kritisi Anjuran Presiden Jokowi Soal Pelonggaran Pemakaian Masker, Dianggap Ngawur

Anjuran Presiden Jokowi soal pelonggaran pemakaian masker menuai pro kontra. Bagi masyarakat yang tak suka prokes tentu ini kabar gembira.

Wartakotalive.com
Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono terkejut dengar anjuran Presiden Jokowi soal pelonggaran pemakaian maker. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menyesali anjuran Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pelonggaran pemakaian masker.

Karena hal itu dianggap sangat berbahaya, mengingat virus Covid-19 belum punah dari bumi Indonesia.
Menurut Tri, Presiden Jokowi terlalu dini untuk melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

Baca juga: Transisi Pandemi Jadi Endemi, Menkes Ingatkan Agar Warga Tetap Jaga Kesehatan Selama Buka Masker

Anjuran Jokowi juga dianggap membingungkan masyarakat untuk membedakan ruang terbuka yang dimaksud, apakah di area publik atau pribadi.

“Menurut saya, pernyataan Pak Presiden terlalu terburu-buru dan pernyataan Presiden harusnya punya dasar yang kuat,” ujarnya, Rabu (18/5/2022).

Sepengetahuan dia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru akan merampungkan survei serologi atau penelitian antibodi tubuh terhadap virus pada Mei-Juni 2022 mendatang.

Penelitian itu hendaknya, juga diiringi dengan pemeriksaan antigen sehingga dapat mengetahui jumlah orang yang terserang Covid-19, apalagi Indonesia baru saja merayakan Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Baca juga: Mimpi Abdul Malik Fadjar agar Rakyat Indonesia Gemar Baca Gagal, Budaya Literasi Sangat Rendah

Dia menganggap, tingkat mobilitas warga di perkotaan meningkat saat Lebaran.

Tingginya mobilitas warga berpotensi adanya penyebaran virus, sehingga perlu dilakukan tes Covid-19 untuk mengetahui peningkatan kasusnya.

“Survei-survei pada pegawai ASN yang dites antigen itu cukup bagus dikembangkan di semua pemda,” kata Miko.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga sulit mendefinisikan ruang terbuka yang dimaksud Jokowi untuk melonggarkan penggunaan masker.

Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi. (Biro Pers Setpres)

Soalnya ada beberapa ruang terbuka yang justru milik perorangan atau perusahaan.

“Jadi apakah ruang terbuka itu area publik atau bukan, karena antara ruang tertutup dan terbuka itu cepat sekali perubahannya,” ujarnya.

“Kayak kantor di bagian depan itu kan ruang terbuka, saat masuk itu jadi ruang tertutup,” imbuhnya.

Dia mengatakan, hendaknya Jokowi hanya sebatas menyampaikan kepada publik bahwa penyebaran Covid-19 di Indonesia membaik, meskipun ada penambahan kasus dalam jumlah kecil.

Baca juga: Joko Suprianto Usul PBSI Evaluasi Menyeluruh, Kecewa Lihat Performa Tim Thomas dan Uber Cup 2022

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved