Berita Nasional

Isu Makzulkan Jokowi Menceruat Jelang Aksi Peringati Reformasi, Gerindra: Rakyat Jangan Terprovokasi

Habiburokhman mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum, melalui aksi unjuk rasa.

Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Legislator Partai Gerindra Habiburokhman, meyakini masyarakat tak bakal mudah terprovokasi melakukan unjuk rasa dengan isu memakzulkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Santai saja, rakyat sudah semakin cerdas. Mereka enggak akan gampang diprovokasi oleh siapa pun,” kata Habiburokhman dikutip dari Tribunnews, Sabtu (14/5/2022).

Meski demikian, Habiburokhman mempersilakan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi atau pendapat di muka umum, melalui aksi unjuk rasa.

Baca juga: Tokoh Papua Petrodus Heran Dituding sebagai Kadrun hingga Pendukung Anies usai Polisikan Ruhut

Baca juga: Bertemu Elon Musk, Jokowi Jadi Sorotan Karena Pakai Sepatu Rp300 Ribu

Menurut dia, semua tuntutan para pengunjuk rasa, sepanjang mematuhi ketentuan hukum, boleh untuk disampaikan

“Silakan aja apa pun tuntutan mereka, sepanjang dilakukan dengan cara yang sesuai ketentuan hukum,” ujarnya.

Sebagai Aktivis 98, Waketum Gerindra itu memahami sekali, ketepatan merumuskan tuntutan akan berpengaruh pada gerakan itu sendiri.

Semakin masuk akal tuntutan, kata Habiburokhman, maka gerakan tersebut akan semakin banyak mendapat dukungan dari rakyat.

Baca juga: Dulu Sukses Jadikan Anies dan Jokowi Gubernur DKI, Taufik Yakin Mampu Bawa Airin ke Kursi DKI 1

“Saya sih enggak ambil pusing, enggak akan mempersoalkan, dan enggak akan melarang-melarang mereka mau mencantumkan tuntutan apa,” papar anggota Komisi III DPR itu.

Sebelumnya, saat aksi unjuk rasa di Bulan Ramadan, spanduk mendesak Jokowi mundur dari jabatan Presiden, sempat terbentang.

Spanduk tersebut juga bertuliskan mosi tidak percaya terhadap DPR dan Pemerintah Jokowi-Maruf .

Rencananya, sejumlah elemen masyarakat dari buruh seperti Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), akan kembali menggelar demonstrasi besar pada 21 Mei 2022, bertepatan dengan peringatan 24 tahun reformasi.

Aksi tersebut sebagai puncak dari rangkaian gelombang unjuk rasa di berbagai daerah.

"Pada 21 Mei, bertepatan momentum reformasi."

Baca juga: Dideportasi dari Singapura, Ustadz Abdul Somad Menduga Ada Hubungannya dengan Timor Leste

"Siapkan kekuatan kita, sosialisasikan ke kampus-kampus, ke pabrik-pabrik, ke kampung-kampung bahwa rakyat akan terus berjuang, rakyat akan terus bergerak," kata Sekretaris Jenderal KASBI pada Kamis 21 April 2022.

Massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) dan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menilai Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin gagal menyejahterakan rakyat. Untuk itu, pemerintah dan DPR harus mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Kalau DPR hanya formalitas, jangan pernah disalahkan apabila rakyat tumpah ke jalan tol, jangan salahkan ketika rakyat mematikan roda ekonomi."

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Dipenjara di Imigrasi, Dideportasi dari Singapura, Ada Apa?

"Apabila DPR tidak serius, kita ingatkan agar hati-hati," kata Ketua Umum KASBI Nining Elitos. (Reza Deni)

Artikel ini tayang di Tribunnews.com

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved