Perang Rusia Ukraina

PUTIN Geram NATO Bangun Pangkalan Militer di Swedia dan Finlandia, Ancam Pakai Senjata Nuklir Taktis

Karenanya Putin mengancam untuk menggunakan senjata nuklir taktis di perbatasan Eropa, ketika pangkalan NATO muncul di Swedia dan Finlandia.

AP di dailymail.co.uk
Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia ancam akan mengebom pangkalan militer Inggris 

WARTAKOTALIVE.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin geram dengan akan bergabungnya Swedia dan Finlandia dengan NATO.

Sebab itu membuka peluang NATO membangun pangkalan militernya di kedua negara perbatasan Eropa itu yang dianggap akan mengancam Rusia.

Karenanya Putin mengancam untuk menggunakan senjata nuklir taktis di perbatasan Eropa, ketika pangkalan NATO muncul di Swedia dan Finlandia.

Televisi pemerintah Rusia mengatakan Moskow memungkinkan menyebarkan senjata nuklir taktis ke perbatasan Eropa jika Finlandia dan Swedia mengizinkan pangkalan militer di wilayah mereka setelah bergabung dengan NATO.

Partai Sosial Demokrat Swedia kemarin mengatakan mereka telah membatalkan penentangan mereka terhadap keanggotaan NATO sebelumnya.

Hal ini dinyataka beberapa jam setelah Finlandia mengkonfirmasi niatnya untuk bergabung dengan NATO.

Swedia dipastikan akan mengikuti jejak Finlandia.

Rudal Satan II berhulu ledak nuklir mampu menyerang target yang jauhnya 11.200 mil yang berarti dapat dengan mudah menyerang target di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa.
Rudal Satan II berhulu ledak nuklir mampu menyerang target yang jauhnya 11.200 mil yang berarti dapat dengan mudah menyerang target di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa. (dailymail.co.uk)

Baca juga: ATLET Menembak Cantik Juara Olimpiade asal Ukraina Gabung Garda Nasional, Ancam Pasukan Rusia

Para pakar pendukung Vladimir Putin menanggapinya dengan lebih keras di TV pemerintah Rusia tadi malam.

Seorang komentator di Rossiya One mengatakan alasan resmi Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO adalah rasa takut.

"Tapi mereka akan memiliki lebih banyak ketakutan di NATO," katanya seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Baca juga: KILLNET, Kelompok Hacker Rusia Pro-Putin Sasar Eurovision, Hadang Kemenangan Kontestan Ukraina

"Ketika pangkalan NATO muncul di Swedia dan Finlandia, Rusia tidak punya pilihan selain menetralisir ketidakseimbangan dan ancaman baru dengan mengerahkan senjata nuklir taktis," ujarnya.

Dmitry Medvedev, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan beberapa pekan lalu bahwa Rusia dapat mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik di eksklave Kaliningrad antara Polandia dan Lithuania, sebagai tanggapan atas ekspansi Nordik NATO.

Baca juga: Dubes Rusia Berlumuran Darah Disiram Aktivis Pro Ukraina saat Peringatan Victory Day di Warsawa

Salah satu alasan awal untuk invasi Moskow ke Ukraina pada Februari adalah untuk menghentikan perluasan NATO.

Tetapi rencana itu sekarang berantakan karena kedua negara Skandinavia mengatakan mereka akan mencari keanggotaan aliansi NATO.

Rudal balistik RS-24 Yars Rusia yang dapat membawa hingga 10 hulu ledak nuklir - terlihat dikemudikan melewati barisan penjaga bersenjata di Moskow Sabtu.
Rudal balistik RS-24 Yars Rusia yang dapat membawa hingga 10 hulu ledak nuklir - terlihat dikemudikan melewati barisan penjaga bersenjata di Moskow Sabtu. (dailymail.co.uk)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved