Pilpres 2024

Sekjen PAN Ungkap Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu Awalnya Cuma Halalbihalal Lebaran

Pertemuan tersebut, lanjut Eddy, awalnya hanya halalbihalal dalam momen Idulfitri.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Chaerul Umam
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, di Rumah Heritage Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022) malam. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan tak ada inisiator awal dalam pertemuan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PPP Suharso Monoarfa, yang sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu.

"Karena di antara para ketum ini sudah menjalin komunikasi secara reguler."

"Memang dalam beberapa kesempatan ini agak lebih intens, dan dalam beberapa kesempatan terakhir sudah ada pembahasan yang lebih mengerucut lagi," ungkap Eddy dalam dialog di Polemik MNC Trijaya secara virtual, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Pekan Depan Komisi IX DPR Bakal Bahas Hepatitis Akut dengan Kementerian Kesehatan

Pertemuan tersebut, lanjut Eddy, awalnya hanya halalbihalal dalam momen Idulfitri.

"Tetapi kalau dilihat dari aspek pertemuan itu tidak ada inisiatornya secara tunggal. Jadi ini semua merupakan kesepakatan ketiga ketum tersebut," ujarnya.

Meskipun tak ada kesepakatan tertulis, Eddy yakin kesepakatan verbal dari ketiga ketum tersebut daya ikatnya sangat kuat.

Baca juga: Di Depan Kongres AS, Jokowi Bilang Apa yang Terjadi di Ukraina Bisa Dialami Indo Pasifik

Lebih lanjut, legislator Komisi VIII DPR itu mengatakan, koalisi ketiga partai tersebut ingin membangun budaya baru untuk memasuki Pemilu 2024, yakni sebuah pertarungan gagasan, ide, dan konsep.

"Bahwa sebuah kerja sama di antara parpol dibangun jauh hari sebelum ada perhelatan besar yang akan kita hadapi di tahun 2024."

"Termasuk juga di dalamnya membangun sebuah gagasan konsep, yang mana konsep itu akan sudah diaplikasikan untuk mengawal pemerintahan saat ini yang akan berakhir pada 2024."

Baca juga: 18 Pasien Suspek Hepatitis Akut di Indonesia Tak Alami Gejala Sesak Napas

"Misalnya sekarang kita sudah bicara permasalahan ekonomi, bagaimana menanggulangi harga BBM, harga minyak goreng, permasalahan yang menyangkut impor, termasuk juga soal kesehatan," paparnya.

Pihaknya tidak ingin politik identitas terjadi lagi pada 2024, karena dampaknya ke polarisasi yang semakin dalam.

"Kita semua tahu bahwa politik identitas hanya melahirkan polarisasi dan pembelahan masyarakat lebih dalam lagi."

Baca juga: Demam Jadi Gejala Dugaan Hepatitis Akut yang Paling Banyak Dilaporkan

"Nah, ini kita ingin membangun budaya baru dengan menghadirkan sebuah pertarungan gagasan ide dan konsep, jadi kurang lebih itu," terang Eddy.

Sebelumnya, Partai Golkar membentuk koalisi dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Pilpres 2024.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved