Hari Buruh

Said Iqbal Minta Negara Intervensi Agar Harga Rumah Tak Ikuti Mekanisme Pasar

Seharusnya, kata Said, rumah untuk rakyat bisa dibeli tanpa uang muka alias down payment (DP).

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Igman Ibrahim
Aliansi buruh menggelar peringatan hari buruh sedunia (May Day) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2022). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal membandingkan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan zaman Soeharto, soal jaminan perumahan untuk masyarakat.

Seharusnya, kata Said, rumah untuk rakyat bisa dibeli tanpa uang muka alias down payment (DP).

Kritik tersebut ia lontarkan saat peringatan hari buruh sedunia (May Day) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2022).

Baca juga: Ini Dua Opsi Polisi Ciduk Saifuddin Ibrahim, Diminta Menyerahkan Diri Atau Diringkus FBI

Awalnya, Iqbal menuntut negara bisa menjamin warganya memiliki rumah.

Menurutnya, negara harus mengintervensi pasar agar pembelian rumah tidak boleh mengikuti mekanisme pasar.

"Jaminan perumahan kita reduce, harga rumah tidak boleh di mekanisme pasar."

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 64, Papua Mendominasi

"Negara harus intervensi pasar. 35 persen rumah harus tanpa DP," kata Said Iqbal.

Ia menuturkan, cicilan yang dibayar warga juga harus disesuaikan dengan gaji yang diterimanya setiap bulan. Yakni, sepertiga dari pesangon yang diterima setiap bulan.

"Cicilan hanya sepertiga dari pesangon yang diterima. Bisa enggak? Bisa, orang ini negara kaya kok, APBN negaranya Rp3.000 triliun."

Baca juga: Koalisi Indonesia Bersatu Dinilai Cuma untuk Naikkan Posisi Tawar dengan Poros Besar

"Kita punya negara terkaya nomor tujuh," papar Iqbal.

Iqbal kemudian membandingkan era Jokowi dengan zaman Soeharto. Ia menyatakan presiden kedua Indonesia itu bisa mewujudkan rumah tanpa uang muka.

"Jangan real estate, jangan gunakan afersi. Gunakan perumnas zaman Pak Harto bisa, kenapa kita tidak bisa sekarang?"

"APBN kita 10 kali lipat waktu zaman Soeharto," bebernya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved