Ade Yasin Ditahan

KPK Perpanjang Masa Penahanan Ade Yasin, Periksa Enam Pegawai Pemkab Bogor untik Dalami Kasus

KPK memperpanjang masa penahanan Bupati Bogor Ade Yasin, karena pemriksaan kasus korupsi belum beres. Selain itu, jajarannya juga diperika.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Hironimus Rama
Bupati Bogor Ade Yasin saat masih berjaya, kini ditaha KPK karena tertangkap tangan terima suap jelang Idulfitri 143 H, padahal kepada jajarannya dia minta tak terima parsel. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus mendalami keterlibatan Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin dalam kasus suap terhadap pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat beberapa waktu lalu. 

Untuk kepentingan penyidikan, KPK memanggil dan memeriksa enam pegawai Pemerintah Kabupaten Bogor, Jumat (13/5/2022). 

Baca juga: Masayu Anastasia Mampu Bertahan Puluhan Tahun di Industri Hiburan Indonesia, Apa Rahasianya?

Para pejabat yang dipanggil KPK antara lain; Teuku Mulya (Kepala BPKAD Kabupaten Bogor), Ade Jaya (Inspektur/Mantan kepala BPKAD 2019-2021), dan Andri Hadian (Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor). 

Selain itu, ada Hanny Lesmanawaty (Sub Koordinator Pelaporan Dinas BPKAD), Ruli Fathurahman (Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor 2019-sekarang), dan Desirwan (PNS/Kasie Dinas Pedidikan Kabupaten Bogor). 

Plt Jubir KPK Ali Fikri, menyampaikan enam pejabat ini dipanggil berstatus sebagai saksi. 

“Mereka diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AY,” kata Fikri, dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022). 

Baca juga: Sekjen PAN Ungkap Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu Awalnya Cuma Halalbihalal Lebaran

Pemeriksaan para saksi ini dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta. 

Tim Penyidik KPK juga telah memperpanjang masa penahanan Ade Yasin dkk selama 40 hari ke depan untuk kepentingan penyelidikan. 

Penahanan lanjutan ini terhitung 17 Mei 2022 sampai dengan 25 Juni 2022. 

"Perpanjangan penahanan dilakukan dalam rangka terus melakukan pengumpulan alat bukti yang diantaranya penjadwalan pemanggilan saksi-saksi sehingga menjadi lebih jelas dan terang perbuatan para tersangka dimaksud," jelas Fikri. 

Baca juga: Pemkab Karawang Waswas Penderita Hepatitis Akut Bisa Meninggal dalam Tiga Hari, Ini Gejalanya

Sebagai informasi, Ade Yasin bersama 3 pegawai Pemkab Bogor dan 4 auditor BPK perwakilan Jawa Barat terjerat operasi tangkap tangan KPK pada 26-27 April 2022. 

Mereka ditangkap dalam kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2021. 

Para tersangka ini diduga melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved