Berita Jakarta

Harga Sayuran di Pasar Tradisional Klender Mulai Stabil 7 Hari Sesudah Lebaran

Berikut ini daftar harga sayuran yang sudah mulai turun setelah sempat meningkat pada bulan Ramadan.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Rendy Rutama Putra
Harga sayuran di di pasar tradisional Klender, Jalan Bekasi Timur Raya RT 1/RW 1, Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Sabtu (14/5/2022) mulai stabil. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wahyuni (43) pedagang sayuran di Pasar Klender, Jalan Bekasi Timur Raya RT 1/RW 1, Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur mengungkapkan rasa syukur, sebab harga  sayuran sudah dirasa stabil hingga saat ini Sabtu (12/5/2022) sekira pukul 14.22 WIB.

Sebelumnya pada lebaran Senin (2/5/2022) hingga Senin (9/5/2022) harga sayuran meningkat lebih kurang hingga 30 persen.

"Alhamdulillah mulai stabil sampai saat ini, terhitung mulai Selasa (10/5/2022)," ujarnya saat ditemui Wartakotalive.com, Sabtu (14/5/2022).

Harga cabai yang dirasa Wahyuni sempat meningkat drastis hingga lebih kurang Rp 70.000 per kilo, saat ini sudah mulai stabil yakni mencapai Rp 35.000 per kilonya.

Tidak hanya itu, Penurunan harga jual juga berdampak ke ranah bawang putih, yang saat ini dijual dengan harga per kilo Rp 35 000, dan sebelumnya sempat naik di kisaran per kilo Rp 40 000 hingga Rp 45 000.

Baca juga: Harga Kentang dan Bawang Merah Masih Tinggi di Pasar Klender Mencapai Rp 50.000 Per Kg

"Bawang putih dari sana Rp 30.000, dijualnya Rp 35.000, cabe sudah normal, harga beli Rp 28.000, harga jual di 35.000," jelas Wahyuni.

Pada saat fase kenaikan harga tersebut, wanita yang bertempat tinggal di daerah Kabupaten Bekasi itu juga sempat khawatir terkait pemahaman kenaikan harga dari sisi pembeli.

Harga sayur mayur di pasar tradisional Klender, Jalan Bekasi Timur Raya RT 1/RW 1, Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Sabtu (14/5/2022).
Harga sayur mayur di pasar tradisional Klender, Jalan Bekasi Timur Raya RT 1/RW 1, Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Sabtu (14/5/2022). (Wartakotalive/Rendy Rutama Putra)

Namun kenyataanya berbeda dengan pandangan Wahyuni, pelanggan yang hadir justru sudah memahami akan kenaikan harga tersebut saat lebaran, dan tidak mempermasalahkan lebih jauh.

Pembeli ternyata lebih terfokus melihat ke segi kebutuhan, bukan dari segi kenaikan harga.

Baca juga: Kirim 4 Ton Sembako dan Baju Lebaran untuk Korban Kebakaran Pasar Gembrong, Ashanty: Senang Berbagi

Hal tersebut diungkapkan pembeli sayuran di pasar tradisional pasar jaya klender yang tidak mau disebutkan namanya tersebut yang mengungkapkan sayuran merupakan bagian dari kebutuhan pokok, jadi seberapa pun harga yang dijual, ia merasa perlu diusahakan.

"Sayuran itu menurut saya kebutuhan pokok, harga naik pun saya pasti beli, saya rasa juga harga akan kembali normal juga, jadi sudah paham situasi pasar," tutur pembeli yang saat ditemui memakai daster warna kuning tua itu.

Pembeli tersebut berharap pemerintah bisa terus memperhatikan kondisi harga pasar di lapangan, sebab kenaikan harga yang terlalu tinggi dan memakan jangka waktu lebih kurang sebulan juga memungkinkan mempengaruhi situasi pasar menjadi dirasa kurang kondusif.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved