Penculikan

Penculik Bocah di Bogor Ngaku Pengawal Bahar Bin Smith dan Perekrut Pengantin Bomber Sarinah

Pelaku juga mengaku sebagai perekrut pelaku bom Sarinah dan terlibat dalam kerusuhan di Bawaslu tahun 2019.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Budi Sam Law Malau
Warkotalive.com/Hironimus Rama
Kapolres Bogor Iman Imanuddin 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR -- ARA (27), pelaku penculik sejumlah bocah di Bogor, Jakarta dan Tangerang Selatan yang ditangkap di kawasan Senayan, Jakarta mengaku dirinya adalah pengawal Habib Bahar bin Smith saat berada di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin, Jumat (13/5/2022).

Sebelumnya pelaku diketahui sebagai residivis kasus terorisme.

"Dia mengatakan dua kali menjalani pidana terorisme di Lapas Gunung Sindur. Saat di sana, tersangka mengaku sebagai pengawalnya Bahar Smith," kata Iman. 

Pelaku juga mengaku sebagai perekrut pelaku bom Sarinah dan terlibat dalam kerusuhan di Bawaslu tahun 2019.

"Kami sedang kroscek hal ini dengan data-data yang dimiliki Mabes Polri," paparnya.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penculikan Bocah di Tanah Kusir, Pelaku Miliki Kelainan Seksual

Polisi terus lakukan koordinasi dengan Densus 88 terkait pengakuan korban terlibat terorisme.

Sejauh ini ada 12 anak yang diculik oleh tersangka dan semuanya laki laki.

"Dari 12 yang diculik, 3 orang yang dicabuli. Dia melihat kondisi fisik anaknya, hanya yang berpenampilan menarik yang dicabuli," tutur Iman

Untuk motif penculikan, polisi masih terus menggali keterangan tersangka.

Baca juga: Pelaku Penculik Anak di Bogor Bekerja Sebagai Buruh Harian, Nyamar Jadi Satgas Covid-19 saat Beraksi

"Sampai dengan hari ini, motifnya untuk kepentingan ekonomi. Handphone anak diambil terus dijual," jelas mantan Kapolres Tangerang Selatan ini.

Motif lainnya terkait kelainan seksual yang dimiliki tersangka. Kalau menarik, anaknya di cabuli.

"Semua korbannya anak laki-laki. Kita kerjasama dan koordinasi dengan P2TP2A untuk memberikan pendampingan psikologi bagi korban," ucap Iman.

Baca juga: Terungkap Penculik Anak yang Dibekuk di Senayan, Residivis Kasus Terorisme

Selain itu, ada upaya tersangka untuk menanamkan kebencian terhadap pemerintah kepada korban.

"Dia juga memberikan pemahaman yang keliru tentang agama kepada korban selama dalam penguasaan dia," pungkas Iman.(ron)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved