Nasional

Teten Masduki: UMKM Perempuan Cenderung Dukung Praktik Ramah Lingkungan Dibanding Laki-laki

Pelaku UMKM perempuan cenderung mendukung praktik ramah lingkungan dibandingkan UMKM laki-laki.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Ign Agung Nugroho
Dok.@kemenkopukm
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q

WARTAKOTALIVE.COM, PANCORAN - Pelaku UMKM perempuan cenderung mendukung praktik ramah lingkungan dibandingkan UMKM laki-laki.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki pada Kamis (12/5/2022).

Teten hadir dalam acara Green Economy Indonesia Summit 2022: The Future Economy of Indonesia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Menariknya, UMKM yang dimiliki perempuan cenderung mendukung praktik ramah lingkungan jika dibandingkan dengan UMKM yang dimiliki laki-laki," katanya.

Ia juga mengatakan, secara umum pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup baik bagi climate change.

Hal ini tercatat adanya penurunan sebesar -6,4 % emisi CO2 atau setara dengan 2,3 miliar ton.

Namun, pandemi bukanlah hal yang diinginkan karena memberikan dampak negatif bagi kegiatan ekonomi di seluruh dunia.

"Tentu, ini bukan hal yang diinginkan karena kita dipaksa untuk memilih antara menyelamatkan dunia dari ancaman climate change atau tetap menjalankan roda perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat serta negara," ujar dia.

Teten menuturkan, saat ini jumlah UMKM tercatat 65 juta atau setara dengan 99,9 persen dari pelaku usaha di Tanah Air.

Di mana menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi terhadap PDB sebesar 61,7 persen.

Ia juga mengungkapkan, 95 persen menunjukkan minat dan dukungan terhadap praktik usaha ramah lingkungan.

“Berdasarkan riset Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan UNDP di tahun 2021, dari 3.000 lebih pelaku UMKM, 95 % menunjukkan minat dan dukungan terhadap praktik usaha ramah lingkungan," katanya.

"Ini meliputi sikap pelaku dalam menggunakan energi secara efisien, mengurangi sampah dalam proses produksi mereka, serta menerapkan pentingnya praktik ramah lingkungan," sambung dia.

Teten mengatakan, praktik ramah lingkungan atau ekonomi hijau menjadi salah satu agenda pemulihan transformatif Kementerian Koperasi dan UKM.

"Ke depannya, sebanyak 70 persen program prioritas Kementerian Koperasi dan UKM akan menyasar langsung pelaku UMKM, koperasi, anak muda, dan perempuan serta berfokus untuk mendukung pengembangan ramah lingkungan," ujar dia. (m31)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved