Pembelajaran Tatap Muka

Cegah Penularan Penyakit, Siswa Kurang Sehat di SMPN 30 Tidak Ikut PTM 100 Persen

pihaknya juga memonitor kegiatan PTM 100 persen hari pertama di SMP Negeri 30, Koja, terutama persiapan penerapan dari protokol kesehatan

Wartakotalive/Junianto Hamonangan
Foto suasana pembelajaran tatap muka 100 persen di SMP Negeri 30 Jakarta, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Kamis (12/5/2022). 

Cegah Penularan Penyakit, Siswa Kurang Sehat Tidak Ikut PTM

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA - Siswa kurang sehat dianjurkan tidak mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen pascalibur Idulfitri 1443 Hijriah sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit menular.

Kasi Pendidikan Dasar, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara Jaanan mengatakan ketidakhadiran lebih dikarenakan sisi kesehatan.

Apalagi selain Covid-19, belakangan juga ramai ada infeksi hepatitis akut yang menyerang anak-anak dan belum diketahui penyebabnya tersebut.

"Indikasi kalau mau masuk sekolah, badannya panas itu tidak kami perkenankan masuk. Jadi kami mengistirahatkan atau belajar di rumah," ungkap Jaanan, Kamis (12/5/2022).

Baca juga: Besok Mulai PTM 100 Persen, SDN Pademangan Timur 05 Disemprot Disinfektan

Selain itu pihaknya juga memonitor kegiatan PTM 100 persen hari pertama di SMP Negeri 30, Koja, Jakarta Utara terutama persiapan penerapan dari protokol kesehatan.

“Kami lihat sejauh mana dipersiapkan sekolah. Dari dia (siswa) masuk pintu gerbang sampai dia hadir di kelas. Jadi siswa wajib mengikuti prokes yang sudah disiapkan pihak sekolah,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Kurikulum SMP Negeri 30 Jakarta Emi Priyanti, mengatakan pelaksanaan PTM 100 persen pada hari pertama di tempatnya tercatat dua orang tidak masuk ke sekolah.

“Hari ini juga yang terlambat cuma dua orang dan yang enggak masuk juga cuma dua. Jadi sudah semangat semuanya, sudah 100 persen masuk,” ungkapnya.

Baca juga: Pasca Libur Lebaran, Siswa dan Guru yang Kurang Sehat di Jakarta Utara Tak Wajib Ikut PTM

Hanya saja siswa yang tidak masuk dikarenakan masih berada dalam perjalanan pulang dari luar negeri mengikuti orangtuanya yang mendapat tugas di sana.

Menurut Emi, sedikitnya ada 829 murid yang ikut PTM 100 persen. Hanya saja murid kelas 7 dan 8 saja yang masuk karena kelas 9 sudah selesai mengikuti ujian.

Hanya saja jadwal itu masih mengikuti bulan Ramadan karena menunggu keputusan Dinas Pendidikan DKI Jakarta soal jam pembelajaran baru selama PTM 100 persen.

"Kita masih ngikutin kemarin, karena belom ada edaran dari Dinas. Masih pakai jam sekolah kemarin pada saat bulan puasa," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved