Lebih Hemat dan Efisien, Jokowi ke Amerika Pakai Garuda Ketimbang Pesawat Kepresidenan

Di Negeri Paman Sam itu, Jokowi bakal melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja pada 11-13 Mei 2022.

Editor: Yaspen Martinus
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/5/2022) pagi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/5/2022) pagi.

Di Negeri Paman Sam itu, Jokowi bakal melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja pada 11-13 Mei 2022.

Keberangkatan Presiden ke AS tidak menggunakan Pesawat Kepresidenan Boeing 737-800, melainkan mencarter pesawat Garuda Indonesia Boeing 777-300ER.

Baca juga: Adik Kandung Gus Dur Lily Wahid Meninggal, Bakal Dimakamkan di Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan alasan Jokowi tidak menggunakan pesawat Kepresidenan yang memiliki call sign Indonesia one tersebut.

Menurut Heru, alasan menggunakan pesawat carter adalah jarak tempuhnya yang sangat jauh.

Bila menggunakan pesawat kepresidenan, maka butuh dua kali transit untuk perjalanan ke AS.

Baca juga: UPDATE Covid-19 RI 9 Mei 2022: 15 Pasien Wafat, 353 Orang Sembuh, 254 Positif

“Perjalanan sangat jauh jika pakai pesawat presiden, bisa dua kali transit,” ungkap Heru.

Bila dua kali transit, maka jumlah tim yang terlibat akan lebih banyak.

Karena setiap kali transit, harus ada tim advan yang berangkat terlebih dahulu.

Baca juga: Pemerintah Bakal Terus Terapkan PPKM Jawa-Bali, tapi Aturannya Semakin Dilonggarkan

Pesawat kepresidenan hanya mampu terbang tanpa isi ulang bahan bakar sejauh 8.600 km selama 10–12 jam.

Selain jarak, kata Heru, kapasitas pesawat juga menjadi pertimbangan mengapa lawatan ke AS menggunakan pesawat carter.

Pesawat kepresidenan hanya mampu menampung 48 penumpang, sementara tim yang berangkat ada 62 orang.

Baca juga: 1.295.930 Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada 3-8 Mei 2022, Mayoritas dari Arah Timur

Dengan menggunakan pesawat carter, maka seluruh perangkat yang mendampingi Presiden dapat terangkut dalam satu kali penerbangan, termasuk para menteri.

“Dan tim advan akan ikut kembali bersama pesawat itu. Sehingga lebih efisien,” jelas Heru. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved