Tangkap Tangan KPK

Geledah Dua Lokasi di Bogor dan Bandung Terkait Kasus Suap Ade Yasin, KPK Temukan Uang Lagi

Dari hasil penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan barang bukti elektronik dan sejumlah uang.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Irwan Rismawan
im penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah  dua lokasi, terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah  dua lokasi, terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin.

Penggeledahan dilakukan di Jawa Barat, yakni wilayah Bogor dan Bandung.

"Tim penyidik KPK sebagai pemeriksaan perdana pasca (penahanan), kemudian kemarin kami melakukan penggeledahan di dua lokasi di Bogor dan juga di Bandung," ungkap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 23 Mei 2022: Level 3 Cuma di Pamekasan

Dari hasil penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan barang bukti elektronik dan sejumlah uang.

Namun, jumlah uang belum dibeberkan lebih rinci.

Tim penyidik memeriksa Ade Yasin pada hari ini, untuk menjelaskan ihwal barang bukti yang ditemukan.

Baca juga: Jokowi: PPKM Tetap Berlanjut Sampai Betul-betul Yakin Covid-19 Seratus Persen Bisa Kita Kendalikan

"Kemarin ada bukti elektronik kemudian dokumen dan uang, tentu dari sana lah kemudian nanti kita akan mengembangkan terus," jelas Ali.

Ali berharap keterangan Ade saat mengonfirmasi temuan penyidik membuahkan bukti baru.

"Para tersangka kami periksa sebagai saksi dengan harapan nanti di situlah kami akan terus mengembangkan dan kami susun pemeriksaannya," paparnya.

Demi Dapatkan Status WTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bogor Ade Yasin sebagai tersangka pemberi suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor tahun anggaran 2021.

Tak hanya Ade, tiga orang lainnya juga dijerat KPK sebagai penyuap, yakni Sekdis Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Sedangkan sebagai tersangka penerima adalah Anthon Merdiansyah selaku Pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat/Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis.

Lalu, Arko Mulawan selaku pegawai BPK Perwakilan Jawa Barat/Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved