Puan Paparkan Inti Percakapan Jokowi dan Megawati Saat Silaturahmi Lebaran 2022

Menurutnya, pertemuan Jokowi dan Megawati membahas tentang hal-hal strategis bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Penulis: DNA | Editor: APS
DOK. Istimewa
Pertemuan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum (Ketum) PDI-P Megawati Soekarnoputri dalam rangka silaturahmi Lebaran 2022. 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Puan Maharani membeberkan isi pembicaraan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum (Ketum) PDI-P Megawati Soekarnoputri saat keduanya melakukan pertemuan dalam rangka silaturahmi Lebaran 2022.

Puan berujar, pertemuan kedua tokoh tersebut membahas tentang hal-hal strategis bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai, pertemuan Jokowi dan Megawati merupakan hal yang positif.

Seperti diketahui, selama ini ada ketegangan antara Jokowi dan Megawati. Adanya silaturahmi Jokowi dan Megawati juga bisa menjadi kesempatan untuk membahas berbagai isu kebangsaan, mulai dari ekonomi hingga ibu kota baru.

Baca juga: Sambut Lebaran, Puan Kisahkan Asal-usul Istilah Halalbihalal yang Tak Lepas dari Sosok Bung Karno

"Saya melihat hal yang positif pertemuan itu. Karena selama ini ada ketegangan-ketegangan antara PDI-P, Megawati dengan Jokowi," ujar Ujang dalam siaran pers resminya, Senin (9/5/2022).

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) itu juga tak menampik adanya kemungkinan pembicaraan arah politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ujang bahkan telah menangkap adanya sinyal perbedaan arah politik dari kedua tokoh.

Menurutnya, pertemuan itu bisa jadi peluang untuk menjajaki kemungkinan Jokowi mendukung Puan dalam kontestasi 2024. Sebab, Megawati nampak sudah menangkap gelagat arah dukungan Jokowi yang berbeda.

Baca juga: Puan Maharani: Selamat Idulfitri, Jangan Sampai Pandemi Membuat Jarak Persaudaraan Kita

"Justru pertemuan kemarin ingin menyamakan persepsi. Jadi Megawati sudah merasa jika kelihatannya arah-arah Jokowi yang mungkin tak mau mendukung PDI-P maupun Puan. Jadi bisa jadi 'Bagaimana Pak Presiden Jokowi, 2024 nanti bisa mendukung kami nggak?' Begitu lho," jelas Ujang.

Menurut Ujang, Jokowi dan PDI-P masih saling membutuhkan. Namun, ia juga memprediksi bahwa Jokowi tidak akan sehaluan dengan PDI-P dalam Pilpres 2024, karena hal ini bisa merugikan Jokowi.

Ketika bakal pasangan calon yang diusung menang, Jokowi akan kehilangan semua kekuatan politik.

"Saya melihat kemungkinan besar juga membahas persoalan di Pilpres 2024. Karena saya mengamati arah politik Jokowi dan Megawati akan berbeda. Bisa jadi nanti PDI-P akan mengusulkan Puan, tetapi Jokowi mengusulkan yang lain. Jadi bisa saja Jokowi mendukung yang tidak didukung oleh PDI-P atau Megawati," ucap Ujang.

Baca juga: Rayakan Idulfitri, Puan Maharani: Selamat Menyambut Kemenangan Hadapi Pandemi Covid-19

Dari prekdisi tersebut, Ujang menilai bahwa posisi Puan Maharani sebagai calon dari PDI-P dalam Pilpres 2024 masih kurang mendapat perhatian publik, meski dia menjabat sebagai ketua DPR.

Apabila Puan hendak bersaing di Pilpres 2024, sebut dia, maka harus terus memperbaiki kinerja untuk meningkatkan nilai tawar dan mendapatkan perhatian publik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved