Libur Lebaran

Preman Kuasai Parkir di TMII, Pengelola Janji Gelar Patroli untuk Atasi Pungli

Bagi pengunjung TMII harus waspada, aksi premanisme sangat marak. Mereka memalak pengunjung untuk bayar parkir di tiap wahana.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Istimewa
Ilustrasi - Pengunjung TMII menjerit atas praktik pungli parkir di tiap wahana oleh preman. Pengunjung pun kerap ribut dan nyaris adu jotos. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sejumlah pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengeluhkan banyaknya aksi pungutan liar parkir di sejumlah anjungan selama libur Lebaran ini.

Misalnya di depan Museum Penerangan banyak kendaraan sepeda motor yang parkir dan ditariki uang oleh oknum petugas TMII sebesar Rp 2.000.

Kemudian di anjungan daerah ada juga oknum berkaos security yang masih menariki tarif parkir ke pengunjung.

Baca juga: Manajemen PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun, Siasati tak Ketinggalan Kereta

Tak hanya di dua tempat itu, hampir seluruh anjungan dan wahan dijaga oleh tukang parkir yang ditariki uang.

Padahal pengunjung sudah membayar tiket masuk kendaraan sepeda motor dan mobil di gerbang III TMII.

Pria berinisial F mengaku sempat berdebat dengan orang yang menariki uang parkir saat menyandarkan kendaraannya di depan Museum Penerangan.

"Tadi sempat dimintai uang, saya tanya bukannya gratis?, terus dia jawab minta seikhlasnya saja," katanya.

Baca juga: Anggota Polresta Bogor Kota Gerak Cepat, Selamatkan Sopir Angkot dari Serangan Jantung

Namun, karena ia merasa sudah membayar kendaraan sepeda motor, maka F bersikeras tak mau memberikan uang.

Tukang parkir itu pun sempat dinyatakan oleh F sebagai aksi pungutan liar di dalam Taman Mini.

"Pas saya bilang pungli, dia langsung nyuruh saya jalan, akhirnya saya jalan saja," ucapnya.

Senada dengan F, wanita berinisial T juga mengalami hal sama karena harus membayar parkir disetiap kali berhenti.

Baca juga: Masyarakat Sakit Saluran Nafas Akibat Kemacetan Mudik, Ini Solusi KPBB Cegah Kematian karena Polusi

Ia pun merasa bingung dengan pengelola Taman Mini yang tak bisa mengatur ataupun memberantas petugas yang melakukan pungutan liar.

"Kan kita masuk sudah bayar motor, Jdi parkir di mana saja bebas tanpa bayar, ini sudah seperti di mini market, nempel dikit Rp 2.000," katanya kecewa.

Ia berharap ada tindakan tegas dan nyata dari pihak pengelola katena dirinya sering mengajak anaknya ke sini.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved