Destinasi

Pengunjung Wisata Budaya Sanggar Seni Jakabaru Naik 75 Persen Selama Ramadan, Didominasi Fotografer

Selain masa libur hari raya, pada akhir pekan biasanya menjadi momentum dimana terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Rendy Rutama Putra
Wayang Golek cCepak buatan Sanggar Seni Jakabaru, Indramayu, Jawa Barat 

WARTAKOTALIVE.COM, INDRAMAYU - Pengunjung Sangga rSeni Jakabaru, Indramayu, Jawa Barat meningkat hingga 75 persen, terhitung sejak awal bulan ramadan, yakni mulai Minggu (3/4/2022) hingga Senin (2/4/2022).

Hal itu dijelaskan Shadim (31) yang merupakan keponakan dari pemilik Sanggar Maestro Wayang Golek Cepak Warsad sekaligus pengelola lokasi wisata kawasan tersebut.

"Untuk omzet dan jumlah pengunjung meningkat hingga 75 persen sejak awal bulan ramadan hingga akhir Ramadhan, lebih kurang satu bulan," ujarnya saat ditemui Wartakotalive.com, Minggu (8/5/2022).

Pengunjung yang hadir diungkapkan Shadim didominasi para fotografer yang sekedar melakukan agenda hunting.

Baca juga: Libur Sekolah Diperpanjang, Destinasi Wisata Air Terjun Curug Cilember Kembali Ramai Pengunjung

Mengingat lokasi sanggar tersebut dirasa Shadim tidak hanya digunakan menjadi tempat produksi wayang, gamelan, dan topeng saja, melainkan juga bisa dimanfaatkan untuk spot foto angle menarik.

Rekan fotografer yang hadir juga dinilai Shadim mengungkapkan tempat tersebut sudah menjadi bagian dari Destinasi Wisata yang terdapat di Indramayu.

Namun, pengunjung yang hadir selain fotografer pun juga dapat ditemukan di lokasi ini, dan jumlahnya juga dirasa Shadim tidak kalah banyak dengan fotografer.

"Kalau untuk teman-teman fotografer itu menganggap tempat ini sebagai destinasi wisata, dan masyarakat lainnya sama," tutur Shadim.

Untuk saat ini, pengunjung yang memadati lokasi merupakan pemudik dari arah Jawa yang mengarah ke Jakarta untuk mampir berwisata sementara.

Baca juga: Selama Sepekan Libur Lebaran, Taman Impian Jaya Ancol Dikunjungi 358 Ribu Wisatawan

"Kalau sekarang, didominasi dari pemudik yang balik dari arah Jawa ke Jakarta, mereka sempetin mampir," jelas Shadim.

Selain masa libur hari raya, pada akhir pekan biasanya menjadi momentum dimana terjadi peningkatan jumlah pengunjung.

"Rata-rata pengunjung mengetahui lokasi ini dari sosial media," ungkap Shadim.

Pengunjung yang datang juga memiliki ragam tujuan, ada yang sekadar berfoto-foto, membeli souvenir, atau hanya melihat hasil karya seni 

Produk yang dibuat sanggar tersebut beragam, antara lain wayang golek cepak, topeng, dan gamelan.

Harga yang dibanderol pihak pengelola pun juga beragam,  tergantung kondisi tingkatan kesulitan pengerjaan dan bahan materil yang digunakan.

"Wayang golek di harga Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, tergantung tingkat kesulitan membuat, untuk topeng yakni mulai harga Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta," tutup Shadim.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved