Mudik Lebaran

Susah Bikin Contra Flow, Kakorlantas Minta Pengelola Jalan Tol Jangan Bikin Rest Area Berhadapan

Menurutnya, rest area yang berhadapan membuat pihak kepolisian tidak bisa melakukan skema lalu lintas.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Hamdi Putra
Polri memprotes pengelola jalan tol yang membuat rest area saling berhadapan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Polri memprotes pengelola jalan tol yang membuat rest area saling berhadapan.

Hal tersebut membuat polisi kesulitan membuat rekayasa lalu lintas saat terjadi kemacetan.

Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengungkapkan, kendala itu terlihat saat polisi ingin melakukan rekayasa lalu lintas contra flow saat arus mudik dan balik Lebaran 2022.

Baca juga: Skema Transisi Menuju Endemi Covid-19 Tunggu Hasil Evaluasi Setelah Mudik Lebaran

"Yang tidak bisa contra flow itu kalau rest area-nya hadap-hadapan."

"Mungkin ini juga jadi evaluasi kita ke depan, bahwa pengelola jalan tol jangan buat rest area hadap-hadapan."

"Kemarin ada yang kita lihat ada sky bridge-nya tuh," kata Firman kepada wartawan di Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Ziarah ke Makam Gus Dur, Prabowo: Saya Tukang Pijat Beliau

Menurutnya, rest area yang berhadapan membuat pihak kepolisian tidak bisa melakukan skema lalu lintas.

Sebab, banyak pengendara yang parkir di bahu jalan rest area, karena tidak mendapatkan tempat parkir.

"Kalau saja lapangan parkir (rest area) di belakang luas, semoga cukup, tapi ketika (tak cukup) badan ke depan digunakan di jalur A, tidak bisa contra flow, dan di jalur B tidak bisa contra flow. ini kerugiannya," beber Firman.

Baca juga: Ketua Umum APPKSI: Percayalah, Larangan Ekspor CPO Bakal Cuma Seumur Cuti Bersama Lebaran

Karena itu, Firman meminta pengelola jalan tol lebih memperhatikan lokasi pembuatan rest area agar tak berdekatan, agar kapasitas jalan cukup untuk rekayasa lalu lintas.

"Jadi kita merekomendasikan rest area berjauhan, supaya pengelola jalan tol bisa memanfaatkan median itu, untuk ada sebelum itu, untuk dibuka ditutup dari arah berseberangan."

"Untuk memastikan ketika dibutuhkan suatu contra flow, kapasitas jalan ini bisa kita gerakkan. Ini evaluasi kemarin," beber Firman. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved