Berita Jakarta

Pasca Mudik Lebaran, Dukcapil DKI Jakarta Tak Akan Gelar Operasi Yustisi, Ini Alasannya

Jakarta milik semua, milik seluruh warga negara Indonesia, sehingga siapa saja bisa bekerja di Jakarta.

warta kota/miftahulmunir
Ilustrasi - Dukcapil DKI Jakarta tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang baru yang masuk Jakarta, pasca mudik lebaran. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta menyatakan, tidak akan menggelar operasi yustisi bagi pendatang saat arus balik  Idul Fitri 1443 H.

Operasi yustisi adalah upaya menjaring pendatang baru yang tidak memiliki kartu tanda penduduk Jakarta, dan biasanya dilakukan setelah Lebaran.

“Tidak ada operasi yustisi untuk para pendatang ke Jakarta, karena Jakarta milik semua, milik seluruh warga negara Indonesia, sehingga siapa saja bisa bekerja di Jakarta,” kata Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaludin pada Rabu (4/5/2022).

Baca juga: Anak yang Sempat Terpisah di Kebun Binatang Ragunan Ditemukan, Keluarga Menangis Lega

Baca juga: H+2 Lebaran, Peziarah di TPU Karet Pasar Baru Masih Membeludak

Baca juga: Hari Ini, 37.348 Kendaraan Pemudik Sudah Kembali ke Jakarta Lewat Tol Cikampek

Budi mengatakan, pihaknya akan menyiapkan aplikasi untuk mendata pendatang baru ke Jakarta yang bisa digunakan perangkat RT.

Opsi lainnya, pendatang bisa melapor melalui pelayanan Dukcapil yang ada di kelurahan maupun kecamatan.

“Selain itu kami juga akan melakukan pelayanan jemput bola ke RW-RW di kelurahan,” ucapnya.

Berdasarkan data pelayanan dokumen kependudukan, jumlah pendatang baru di Jakarta sejak beberapa tahun cenderung fluktuatif. Pada dua tahun sebelumnya atau 2020 dan 2021 angkanya lebih rendah dibanding tahun 2019 dan 2018.

Baca juga: Rest Area KM 164 Tol Cikopo-Palimanan Arah Jakarta Padat, Pemudik Diminta Istirahat Bergantian

Baca juga: Dua Kali Lebaran Tak Mudik ke Cirebon, Maya Rindu Kuliner Empal Gentong

Baca juga: Arus Balik Lebaran Mulai Marak, Rest Area KM 164 Tol Cikopo-Palimanan Arah Jakarta Padat Sejak Siang

“Untuk tahun 2021 ada 138.740 pendatang, tahun 2020 ada 113.814 pendatang, tahun 2019 ada 169.778 orang dan tahun 2018 ada 151.017 orang,” ucapnya.

Dia menyebut, turunnya jumlah pendatang pada tahun 2020 dan 2031 lalu karena adanya pagebluk Covid-19. Dia memperkirakan, jumlah pendatang tahun 2022 ini akan sama seperti tahun 2019 lalu sebesar 150.000-180.000 orang per tahun.

“Jumlah bulan terbanyak adalah bulan saat arus balik mudik lebaran. Kami perkirakan bulan mei ini terjadi lonjakan menjadi 20.000 sampai 50.000 pendatang baru di Jakarta,” jelasnya. (faf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved