Hari Raya Idulfitri

Idulfitri Usai Harga Kebutuhan Pokok Tetap Bertengger Mahal, Pasokan Masih Sulit

Harga kebutuhan pokok saat ini masih mahal, karena pasokan belum stabil. Konsumen pun mengeluh.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
Idulfitri memang sudah usai, namu harga kebutuhan pokok belum juga turun. Hal ini dikeluhkan oleh konsumen karena merasa berat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Umi (52) pedagang sayur di pasar tradisional Rawa Kalong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengaku harga bahan pokok dirasa belum stabil hingga kini.

"Harga naik turun lebih kurang sudah satu bulan," ujar Umi saat ditemui Wartakotalive.com, Selasa (3/5/2022).

Baca juga: Jumlah Pemudik Lebaran Tahun Ini Lebih Rendah 7 Persen Dibandingkan pada 2019 Sebelum Pandemi

Harga bahan pokok yang saat ini masih di tahapan naik meliputi cabe, bawang putih, bawang merah, dan labu siam.

Kenaikan harga jenis tersebut diungkapkan Umi masih belum terlihat titik terang untuk kondisi penurunan harga, dan berbeda dengan lainnya yang sudah lebih kurang empat hari perlahan normal.

"Cabe masih di harga Rp 40.000 per kg, bawang putih dan bawang merah Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kg, labu siam yang ukuran kecil satu buahnya Rp 5.000," jelas wanita yang berkacamata tersebut.

Baca juga: Yanto tak Pernah Bosan Ajak Anak Istri Berlibur ke TMII karena Miliki Edukasi

Sembari duduk bersila diatas tumpukan kayu yang lapuk, ia juga mengungkapkan kenaikan harga sembako ini berlaku di semua pasar tradisional, tanpa terkecuali.

Tidak hanya kenaikan harga, kelangkaan bahan pokok dijelaskan wanita berkerudung itu juga terjadi sejak hari H lebaran, mengingat beberapa distributor masih di fase waktu libur hari raya, dan akan diprediksi normal Kamis (5/5/2022).

"Selain harga naik, barang juga langka," ujarnya.

Kenaikan harga juga dirasakan Suroto (59) selaku pedagang ayam potong di pasar tradisional Rawa Kalong, lelaki yang kerap disapa Roto itu mengaku sudah mengalami kenaikan harga sejak awal bulan ramadhan, yakni Sabtu (2/4/2022) hingga saat ini Selasa (3/4/2022).

Baca juga: Redam Kemacetan Parah di Puncak, Polres Bogor Terapkan Ganjil Genap dan Contraflow Tol Jagorawi

Kenaikan harga yang dialami Suroto juga merata di ragam jenis bagian ayam yang dijualnya, mulai dari bagian usus, hingga per ekor.

"Usus ayam broiler per kilo Rp 40 ribu, usus ayam negeri per kilo Rp 25 ribu, ayam per ekor jenis telor per kilo Rp 75 ribu," katanya saat ditemui sedang memotong bagian kepala ayam.

Stok barang yang tersedia saat ini juga dijelaskan Suroto merupakan sisaan dari hari sebelum lebaran, hal itu karena beberapa distributor masih di fase waktu libur distribusi.

Terlihat dari jarak lebih kurang satu meter, stok ayam yang dijual Suroto terjual habis, sehingga membuat ia bisa pulang ke rumah lebih awal dari waktu biasanya.

"Alhamdulillah terjual habis semuanya, karena stok sisa kemarin juga, jadi tidak terlalu banyak," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved