Hari Buruh

Puan Maharani: Komitmen Saya Mengawal Keberpihakan Regulasi pada Buruh Tak Pernah Luntur

Meski aturan itu sempat menuai kontroversi, Puan menekankan UU Cipta Kerja lahir untuk kesejahteraan para buruh.

Editor: Yaspen Martinus
DOK. Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani mengucapkan selamat Hari Buruh bagi seluruh pekerja di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani mengucapkan selamat Hari Buruh bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Pada peringatan May Day yang jatuh pada hari ini, Puan menegaskan kembali komitmennya dalam menciptakan dan mengawal regulasi yang berpihak pada buruh.

"Sejak menjadi anggota DPR pada 2009 lalu, hingga kini menjabat sebagai Ketua DPR, komitmen saya mengawal keberpihakan regulasi pada buruh tak pernah luntur," kata Puan kepada wartawan, Minggu (1/5/2022).

Baca juga: LIVE STREAMING Pengamatan Hilal 1 Syawal 1443 Hijriah, Secara Hisab Terlihat Sampai Lima Derajat

Puan bersama Fraksi PDIP pernah memperjuangkan rancangan undang-undang terkait Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Setelah ter­katung-katung tujuh tahun, akhir­n­ya RUU BPJS pun disahkan di Si­dang Paripurna DPR, 28 Ok­tober 2011.

Manfaat UU itu pun sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat luas.

Baca juga: DAFTAR Lengkap Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2022, Embarkasi Makassar Paling Mahal

Dengan BPJS kesehatan, maka masyarakat, khususnya pekerja, bisa mendapatkan pengobatan gratis.

"Sementara dengan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja bisa mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari jaminan akan keselamatan kerja hingga jaminan hari tua," ucap Puan.

Setelah menjabat Ketua DPR, Puan pun terus berupaya membuat regulasi yang bermanfaat bagi para pekerja. Satu di antaranya adalah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Baca juga: Puan Ungkap Kisah Istilah Halalbihalal Saat Lebaran, Berawal dari Elite Politik Saling Bertengkar

UU itu menjadi terobosan karena disusun dengan sistem omnibuslaw yang merevisi banyak UU sekaligus.

Meski aturan itu sempat menuai kontroversi, Puan menekankan UU Cipta Kerja lahir untuk kesejahteraan para buruh.

"UU Cipta Kerja diciptakan untuk mendorong transformasi agar lebih banyak lagi masyarakat yang bis bekerja dan menjadi sejahtera," ucapnya.

Baca juga: Sebut Penutup Kepala Ala Manusia Gurun, Rektor ITK Didesak Minta Maaf

Belakangan, Mahkamah Konstitusi menyatakan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat dan harus direvisi dalam waktu dua tahun.

Puan pun memastikan DPR menghormati putusan MK itu dan akan memasukkan UU Cipta Kerja dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) 2022.

"Selama proses revisi berlangsung, kami pastikan akan kembali melibatkan kelompok buruh agar RUU Cipta Kerja ini benar-benar berpihak pada para pekerja," paparnya. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved